Peringatan HUT Kemerdekaan Momentum Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Peringatan Hari Ulang Tahun ke 73 Kemerdekaan RI diharapkan dapat menjadi momentum bagi generasi muda, khususnya siswa sekolah untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.

Tak sekedar kata-kata, hal tersebut harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dengan membentuk karakter siswa, agar tidak mudah terpengaruh oleh barbagai situasi di zaman yang serba modern saat ini.

“Momentum HUT RI ke 73 ini kita manfaatkan untuk menumbuhkan kreativitas siswa yang berkarakter. Karena ke depan pendidikan lebih ke arah karakter. Ini diperlukan untuk menghadapi kondisi di era kemajuan teknologi seperti saat ini,” ujar Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Yogyakarta, Supriyati Kamis (16/08/2018).

Menurut Supriyati, tanpa adanya penguatan karakter, siswa dinilai akan mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif yang muncul di lingkungan sekitarnya. Terlebih perkembangan dunia di era teknologi informasi saat ini begitu pesat sehingga memungkinkan mendorong siswa ke arah perilaku menyimpang.

“Dengan memiliki karakter yang kuat, siswa akan bisa memilah dan menyaring mana yang baik dan buruk. Tidak mudah terpengaruh oleh apa yang ada di medsos,” katanya.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, SMP Negeri 2 Yogyakarta Supriyati. Foto: Jatmika H Kusmargana

Meski pada peringatan HUT RI 17 Agustus esok siswa diliburkan, namun SMP Negeri 2 Yogyakarta sendiri tetap meminta siswa untuk mengikuti kegiatan. Siswa kemudian diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan kreatifitas di antaranya adalah melukis.

“Kita juga mengimbau agar siswa turut memeriahkan HUT Kemerdekaan ini dengan mengikuti kegiatan perlombaan di kampung masing-masing. Termasuk mengikuti kegiatan malam tirakatan menjelang peringatan hari kemerdekaan,” katanya.

Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan semacam itu, siswa dapat belajar untuk memiliki rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekitarnya. Yakni sikap tidak egois dan individualis. Sebuah sikap negatif yang rawan muncul di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini.

“Mengikuti kegiatan semacam itu penting agar siswa tidak egois dan individualis. Apalagi sekarang zamanya pakai HP. Kadang anak sering lupa bersosialisasi jika sudah bersentuhan dengan gadget dan medsos,” pungkasnya.

Lihat juga...