Kerajinan Jimbe Khas Bali Diminati Wisatawan Mancanegara

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BADUNG — Kerajinan Kendang atau Gendang Jimbe yang menjadi salah satu produk kerajinan di Bali mendapat perhatian dari pasar Internasional. Bahkan sudah diekspor ke beberapa negara seperti Amerika, Australia, Jepang Rusia dan daratan benua Eropa.

Salah satu pengrajin, Adi yang menekuni usaha ini sejak awal tahun 2011 menyebutkan, Gendang Jimbe paling diminati oleh wisatawan Amerika.

“Kemudian disusul oleh Jepang,” ucap Adi saat ditemui di Badung, Selasa (14/8/2018).

Berbagai macam ukuran Kendang Jimbe dihasilkan, mulai dari kecil, tanggung bahkan paling besar yang menyerupai Bedug masjid.

Untuk bahan bakunya sendiri, rata-rata diperoleh dari kawasan Jawa Timur, seperti Blitar dan Bojonegoro. Untuk kayu yang digunakan adalah jenis jati dan mahoni. Alasannya, memiliki kualitas yang bagus.

“Sementara untuk kulit yang digunakan merupakan kulit kambing dan sapi, karena memiliki tekstur dan kekuatan yang sangat bagus. Bahan baku diperoleh dari tengkulak kulit di Blitar Jawa Timur,” imbuhnya.

Adi, pengrajin sekaligus penjual kerajinan Kendang Jimbe. Foto: Sultan Anshori

Pria asal Lombok Timur NTB ini mengaku, ada tiga bagian untuk bisa membuat kerajinan ini. Pertama kayu jati atau mahoni dipres terlebih dahulu berbentuk kerangka kendang. Kemudian, akan dipasang kulit sapi atau kambing sebagai kumpul bagian yang bisa dipukul.

“Di bagian ini dibutuhkan keahlian khusus, karena jika salah sedikit kendang yang dibuat tidak akan berbunyi. Bahkan salah-salah akan merusak kulit tersebut dan akhirnya tidak bisa dipakai kembali,” sebutnya.

Di Bagian terakhir adalah pemberian hiasan berupa tali. Tali ini juga berfungsi selain sebagai penghias, juga digunakan untuk mengawetkan kayu.

Kendang buatan Adi dibiarkan tidak dilukis ataupun diwarnai. Hanya saja dilakukan plitur agar kerajinan ini tampak alami. Selain itu, pahatan berupa ukiran itupun sesuai permintaan dari pembeli.

Dengan dibantu oleh empat karyawannya, ia bisa menghasilkan seribu kerajinan Kendang Jimbe dalam satu bulan. Sementara untuk harga dijual mulai dari 500 ribu hingga 5 juta rupiah. Tergantung dari besar serta tingkat kesulitan.

“Kalau dengan produksi sebanyak 1.000 biji, kulit yang kami butuhkan sebanyak 500 lembar, baik itu kulit sapi maupun kambing,” pungkasnya.

Tak hanya diminati oleh wisatawan mancanegara, kerajinan ini juga sering dicari oleh wisatawan domestik yang sering berlibur ke Pulau Bali. Sebut saja Januar, wisatawan asal Medan ini sengaja mencari kerajinan ini untuk dibuatkan oleh-oleh untuk keluarga.

“Unik, seperti yang dipunyai oleh orang-orang Suku Indian di Amerika,” tutur pria yang bekerja di Bank Swasta ini.

Lihat juga...