Kemarau Melanda, Peternak di Lamsel Kesulitan Peroleh Pakan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Musim kemarau di Lampung Selatan mulai berdampak bagi peternak yang mengandalkan rumput sumber pakan hijauan. Mereka harus mencari lebih jauh untuk mendapatkan pakan ternak.
“Terpaksa mencari pakan sejauh dua kilometer. Akibat sulit, pakan yang dicari berupa daun muda dari jenis pohon sengon, jati ambon,” sebut Damiran (60) salah satu peternak kambing jenis rambon dan kacang di Desa Kelaten, Rabu (1/8/2018).
Pakan hijauan jenis rumput masih dapat diperoleh di sejumlah aliran sungai Way Pisang meski harus menempuh jarak cukup jauh. Ia bahkan harus menggembalakan ternaknya di dekat aliran sungai yang bagian tepinya sudah mulai mengering.
“Jenis pakan untuk kambing untungnya masih bisa menggunakan daun daunan jenis pohon yang kami tanam di antaranya nangka, sengon, jati ambon serta daun lamtoro,” beber Damiran.
Sulitnya pakan juga memaksa Damiran menjual tiga dari 13 ekor kambingnya. Bbertepatan dengan semakin tingginya permintaan hewan kurban.
“Perekor kambing dibeli oleh pedagang ternak (belantik) seharga Rp 2juta,” terangnya.
Selain Damiran, Wagimun (60) warga desa Pasuruan kecamatan Penengahan juga menhalami hal serupa. Pemilik dua ekor sapi jenis limosin tersebut harus mencari pakan bersama isteri mempergunakan kendaraan roda dua.
“Padahal sebelumnya tidak harus pergi jauh untuk mencari pakan ternak,” sebutnya.
Wagimun bahkan menyebut sebelumnya masih bisa mencari dari tepi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
“Saat kemarau proses mencari pakan ternak memang lebih sulit dibandingkan musim hujan bahkan harus lebih jauh karena areal yang kerap ditumbuhi rumput sudah kering,”beber Wagimun.

“Sehari kebutuhan pakan sebanyak satu bak kendaraan L300 dan kerap dicari hingga kecamatan lain,” ungkapnya.
Sulitnya mencari pakan hijauan untuk ternak disebut Dendi tidak berpengaruh pada harga jual hewan kurban. Satu ekor kambing kurban pada persiapan Idul Adha 1439 H tetap dijual pada kisaran minimal harga Rp2 juta hingga Rp3,5 juta untuk kambing dan Rp17 juta hingga Rp23 juta untuk sapi limosin, peranakan ongole dan brahman.