Buruh Petik Ikut Menikmati Manisnya Panen Jagung di Lamsel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG —Musim panen jagung di sejumlah wilayah Lampung Selatan berdampak positif masyarakat, mulai dari petani hingga warga sekitar yang berprofesi menjadi buruh.

Hendra, salah satu petani di Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan menyebut panen yang saat ini berlangsung membutuhkan tenaga kerja. Terutama untuk lahan pertanian yang berada di perbukitan yang curam.

“Para buruh petik akan diberi upah sesuai dengan jagung yang berhasil dikumpulkan. Semakin banyak dipetik maka upahnya semakin banyak,” terang Hendra saat ditemui Cendana News di kebun miliknya, Kamis (16/8/2018).

Pada masa panen bulan ini, Hendra menyebutkan, hasil cukup berpihak ke petani dengan harga lebih tinggi. Sebelumnya, jagung pitilan Rp3.800 per kilogram dan sudah membaik di level Rp4.100 per kilogram. Hasil produksi panen jagung yang membaik, dipastikan ia memperoleh hasil Rp24,6 juta.

Cuaca musim kemarau berimbas kualitas jagung berkadar air rendah dijual dengan harga lebih tinggi. Selain itu kebutuhan akan pakan unggas berbahan jagung ikut mendongkrak kenaikan harga jagung.

Para buruh petik melakukan proses pemanenan jagung milik petani di Kecamatan Penengahan [Foto: Henk Widi]
Sumarni, salah satu buruh petik asal Desa Hatta kecamatan Bakauheni mengaku mendapat upah lebih besar dibandingkan dari panen sebelumnya. Sebelumnya Rp4.000 per karung, kini  Rp7.000 per karung.

“Kenaikan upah diakuinya menyesuaikan melonjaknya harga jagung di tingkat petani,” tambahnya.

Bersama puluhan pekerja lain Sumarni mengaku kerap mendapatkan sekitar 20 hingga 30 karung. Berbekal kecekatan memetik jagung, ia bahkan bisa mendapatkan Rp210 ribu perhari.

“Sebagai buruh dengan mengandalkan jumlah perolehan jagung yang dipetik hasil tergantung kecepatan memetik jagung,” beber Sumarni.

Selain menjadi buruh petik, Sumarni juga bekerja bersama suami, Ngatijo yang bertugas mengangkut jagung. Tugas pengangkut membawa ke lokasi pengepulan untuk dilakukan proses perontokan dengan mesin.

Upah angkut jagung yang sudah dimasukkan dalam karung saat ini mencapai Rp6.000. Dalam sehari, Ngatijo dapat mengangkut 30 karung dengan motor dengan penghasilan Rp180ribu.

“Jumlah tersebut bisa lebih banyak tergantung hasil panen milik petani jagung yang memperkerjakannya sebagai buruh angkut,” tambahnya.

Lihat juga...