BI Balikpapan Kenalkan Gerbang Pembayaran Nasional
Editor: Mahadeva WS
BALIKPAPAN – Guna memperkenalkan transaksi elektronik, Bank Indonesia (BI) memperkenalkan program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Di kota Balikpapan, edukasi GPN dilaksanakan pada 29 Juli mendatang.
GPN merupakan sistem yang mengintegrasikan berbagai kanal pembayaran. Programnya untuk memfasilitasi transaksi elektronik untuk mewujudkan sistem pembayaran nasional yang terkoneksi. “Dengan interkoneksi dan interoperabilitas, GPN memungkinkan transaksi elektronik dapat digunakan seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga masyarakat dapat menikmati layanan transaksi elektronik yang aman, berkualitas dan efisiensi,” kata Asisten Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Thomy Andryas, Rabu (25/7/2018).
Tujuan dari GPN adalah, menciptakan ekosistem pembayaran yang saling interkoneksi, interoperabilitas. Kelompok yang mampu melaksanakan pemrosesan transaksi mencakup otorisasi, kliring dan setelmen secara domestik. Selanjutnya meningkatkan perlindungan konsumen antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi.
Melalui GPN, dapat untuk mengurangi kompleksitas koneksi dari yang sebelumnya bersifat bilateral menjadi tersentralisasi. Selain itu, melalui GPN masyarakat dapat bertransaksi dari bank manapun dengan menggunakan instrumen dan kanal pembayaran apapun (any bank, any instrument, any channel). “Jadi nantinya nasabah hanya menggunakan satu kartu dalam bertransaksi, dan bisa digunakan di bank mana saja,” sebut Thomy.
Mengawali keberadaan GPN di Balikpapan, masyarakat diperkenalkan dengan kartu ATM/debet dengan logo nasional GPN. Kartu tersebut dapat digunakan untuk transaksi dalam negeri, dan dapat diterima di seluruh terminal pembayaran dalam negeri.
Distribusi kartu berlogo nasional GPN dilakukan melalui mekanisme penukaran kartu ATM/debet lama dari 21 Bank penerbit kartu di Balikpapan. Penerapan logo nasional GPN merupakan identitas kedaulatan nasional di bidang sistem pembayaran ritel. Dengan penggunaan logo tersebut, kartu ATM/debet dapat diterima dan digunakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Program tersebut tanpa mengesampingkan keberadaan instrumen pembayaran yang menggunakan logo internasional. “Di Balikpapan akan ada 37 bank yang berpartisipasi dalam GPN, akan tetapi ada 21 yang sudah siap. Program ini dilakukan secara bertahap hingga tahun 2022 mendatang,” imbuh Thomy.