Pengembangan Wisata Alam, Lestarikan Lingkungan Nyarai

Editor: Koko Triarko

PADANGPARIAMAN –  Tim Edukasi dan Komunikasi Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat, meninjau aktivitas pelestarian lingkungan yang dilakukan penggiat wisata di Nyarai, Korong Gamaran, Nagari Salibutan Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Perjalanan dari posko utama Nyarai menuju Nyarai ditempuh melalui jalan setapak sejauh 5,5 kilometer, dengan waktu tempuh dua jam perjalanan. Tidak hanya melewati jalan setapak, namun juga melintasi sungai dengan air deras. Jika dihitung pulang pergi, perjalanan memakan waktu sekitar empat jam.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Nyarai, Ritno Kurniawan, menyebutkan, bahwa keberadaan wisata nyarai ini merupakan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Dengan menggerakan wisata alam, maka pelestarian lingkungan juga akan ikut terjaga.

“Sejak diketahui keberadaan Nyarai ini, tantangan terbesar kami yakni meyakinkan masyarakat setempat untuk terbuka dalam wisata, karena pariwisata ini banyak manfaatnya. Selain dapat meningkatkan perekonomian, juga membawa masyarakat ikut serta menjaga kelestarian lingkungan Nyarai,” ujarnya, di sela perjalanan bersama tim Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Rabu (9/5/2018).

Disebutkannya, menjaga alam dan lingkungan, apalagi daerah wisata merupakan sesuatu hal yang patut dilakukan. Sebab, jika lokasi wisata bersih, maka tingkat kunjungan akan meningkat.

“Ini merupakan dampak baik kita menjaga lingkungan yang bersih. Orang akan berdatangan,” katanya.

Selain itu, kata Ritno, adanya Wisata Nyarai ini juga berdampak kepada peningkatan pendapatan masyarakat. Selain ada warung di setiap pos, masyarakat juga telah diberikan pemahaman untuk menjadi pemandu wisata.

“Kita telah memberikan pemahaman kepada mereka untuk terbuka kepada wisatawan. Maka, mereka kita ajak untuk ikut menjadi pemandu wisata, yang dapat menambah pendapatan mereka. Untuk sekarang sudah ada ratusan pemandu wisata Nyarai, termasuk warga setempat,” ulasnya.

Nantinya, para pemandu juga akan mengajak wisatawan untuk menjaga lingkungan lokasi wisata. Selama perjalanan, pemandu akan mengarahkan wisatawan untuk ikut serta memungut sampah yang berserakan selama perjalanan.

“Cara kecil ini dapat menjaga lingkungan. Apalagi, kita berjalan menuju Nyarai melewati hutan yang sangat cantik dengan pemandangan alamnya. Jika ada sampah, maka akan merusak lingkungan itu,” katanya.

Wisatawan juga nanti akan dibagi berkelompok. Mereka diajak untuk menanam pohon. “Jadi, mereka membawa anak pohon. Nanti ikut untuk menanamkan, sehingga akan menambah jumlah pohon yang ada di lokasi wisata,” tandasnya.

Ritno mengatakan lagi, dengan adanya wisatawan yang berkunjung dan pemandu yang telah diberikan pengarahan, maka dapat meminalisir kerusakan hutan dan tetap lestari.  “Tujuan kita wisata, namun kelestarian alam tetap dijaga,” tukasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Siti Aisyah, melalui Tim Edukasi dan Komunikasi Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Junaidi, didampingi Deswarman dan Andriansyah, mengapresiasi langkah yang dilakukan Ritno selaku penggerak wisata di Nyarai, karena berkat pemahaman yang dilakukan dalam membuka wisata alam ini berdampak kepada pelestarian lingkungan.

“Wisata alam ini sangat terjaga. Sebab, selain mengajak wisatawan untuk berkunjung yang bermanfaat besar bagi masyarakat, juga kepada lingkungan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap dengan peranan Ritno yang ikut melestarikan lingkungan serta memajukan pariwisata dapat memotivasi masyarakat di daerah lain di Sumbar untuk dapat menjaga lingkungannya. Apalagi, dapat mengembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, namun tetap terjaga kelestariannya.

Lihat juga...