Anies Minta Guru Lebih Tanggap Kebutuhan Murid

Editor: Koko Triarko

JAKARTA — Gubernur DKI, Anies Baswedan, meresmikan secara simbolik delapan sekolah yang sudah direhab total dan selesai dikerjakan pada Desember 2017.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut juga berpesan agar seluruh sekolah di Kepulauan Seribu bisa menjadi tempat menuntut ilmu yang menyenangkan bagi para siswanya. Selain itu, dia berharap seluruh guru dan siswa ikut menjaga dan merawat bangunan sekolah.

“Dengan sarana dan prasarana yang baik, maka guru akan bisa mengajar dengan baik dan anak-anak pun akan belajar dengan baik. Sekarang sudah hadir gedung-gedung sekolah yang bisa memfasilitasi proses pendidikan yang berjalan baik di Kepulauan Seribu,” kata Anies, di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Rabu (9/5/2018).

Selain itu, Anies meminta agar kamar mandi murid dan guru dijadikan satu, agar bisa terawat dengan baik. Menurut Anies, jika toilet siswa dan guru tidak dipisah, maka kebersihan akan lebih terjaga.

“Saya kalau sudah melihat sekolah itu dibagi kamar mandi guru dan kamar mandi siswa, maka kita tidak sedang melatih anak-anak untuk bersih, kita akan biarkan anak-anak kotor dan kita pastikan gurunya bersih. Kalau kamar mandi jadi satu, maka keduanya akan bersih dan dua-duanya akan rapi dan sekolahnya akan bersih dan rapi, pasti,” ujarnya.

Anies meminta untuk lebih tanggap terhadap kebutuhan murid dan fasilitas penunjang proses belajar mengajar.

“Pastikan semuanya rapi, semuanya bersih kalau ada masalah segera diperbaiki, jangan ditunda sampai sudah masalahnya parah, bereskan dari awal, bila itu bisa dilakukan, maka insya Allah sekolah ini akan baik,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI, Sopan Adrianto, menuturkan rehab bangunan sekolah tersebut masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2017.

“Untuk rehab total gedung sekolah di DKI, jumlahnya 101 lokasi, berada di enam wilayah kota dan delapan lainnya di Kepulauan Seribu,” kata Sopan.

Menurutnya, peresmian ini merupakan simbolik karena 101 bangunan sekolah sudah digunakan untuk proses belajar mengajar. Seluruh sekolah telah selesai direhab total pada Desember 2017 lalu.

Pada 2017, ada sekitar 101 sekolah yang berhasil direnovasi. Seluruh sekolah itu mengalami rehabilitasi total. Masing-masing sekolah menghabiskan biaya sekitar Rp16 miliar hingga Rp18 miliar.

Masing-masing Sekolah SMKN 61 Pulau Tidung Jakarta, SDN Pulau Kelapa 01 Pagi, SDN Pulau Panggang 03 Pagi, SMPN 133 Jakarta Pulau Pramuka, SMPN 260 Jakarta Pulau Harapan, SMPN 285 Jakarta Pulau Harapan, SMPN 288 Jakarta Puntung Jawa, dan PKBN Negeri 36 Jakarta di Pulau Harapan.

Lihat juga...