BI Bali Siapkan Rp6,04 Triliun Uang Baru
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
DENPASAR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama perbankan mempersiapkan kegiatan pemenuhan uang kartal kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H.
Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Azka Subhan mengatakan, penukaran uang pecahan kecil akan dilayani melalui kas keliling bersama perbankan yang memiliki kendaraan layanan yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Permata, Maybank, Bank CIMB Niaga, BJB, BPD Bali dan Bank Muamalat pada tanggal 28 Mei, 31 Mei dan 4 Juni 2018 di Central Parkir Kuta dan 5 hingga 8 Juni 2018 di lapangan Puputan Badung (depan Museum Bali).
“Selain melalui layanan kas keliling, layanan kas luar kantor juga dilakukan melalui 52 bank umum pada tanggal 28 Mei hingga 8 Juni 2018, baik melalui program card to cash, book to cash maupun penukaran,” ucap Pria yang akrab disapa Azka ini Jumat, (25/5).
Azka menambahkan, jumlah loket tersedia sebanyak 197 titik lokasi tersebar di seluruh kabupaten/kota provinsi Bali. Meningkat 6,59 persen jika dibandingkan dengan 2017 yang berjumlah 184 loket.
Untuk pemerataan penukaran kepada masyarakat, maksimal penukaran akan dibatasi sebesar Rp4,4 juta per orang.
“Adapun jumlah pecahan untuk penukaran adalah pecahan Rp20.000,00 sebanyak Rp2.000.000,00, pecahan Rp10.000,00 sebanyak Rp1.000.000,00, pecahan Rp5.000,00 sebanyak Rp1.000.000,00 dan pecahan Rp2.000,00 sebanyak Rp400.000,00.
Menurutnya, kebutuhan tunai di masyarakat Provinsi Bali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H diperkirakan mencapai Rp3,62 Triliun terdiri dari Uang Pecahan Besar Rp3,48 Triliun dan Uang Pecahan Kecil sebesar Rp148 Miliar. Proyeksi ini meningkat sebesar 10,37 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,28 Triliun.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain rangkaian bulan Ramadhan dan hari libur Lebaran yang bertepatan dengan hari Raya Galungan dan Kuningan, pembayaran gaji dan THR bagi PNS/TNI/Polri dan jumlah hari libur yang lebih banyak (10 hari) dibandingkan tahun 2017 (9 hari).
“KPWBI Provinsi Bali menyiapkan uang kartal sebanyak Rp 6,04 Triliun, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyaraka,” pungkas Pria asli Semarang ini.