Usaha Ayam Kampung Pertelur yang Menjanjikan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
SOLOK — Meski sedikit berbeda dengan kebanyakan, namun usaha yang ditekuni oleh warga di Koto Baru, Kabupaten Solok, Sumatera Barat cukup memberikan kontribusi positif dalam perekonomian keluarga.
Berawal dari dari kucuran pinjaman tabur puja Yayasan Damandiri, Ernelis membukukan pemasukan dalam satu bulannya hingga Rp1,6 juta. Berkat 102 ekor ayam kampung yang dimilikinya minimal menghasilkan 47 butir telur setiap harinya.
Alasannya untuk melakukan usaha ayam kampung pertelur cukup masuk akal, yakni harga lebih mahal ketimbang harga telur ayam ras. Untuk satu butir telur yang dijual ke pengumpul mencapai Rp1.700.
“Kalau ayam ras jika dijual ke pengumpul harga per butirnya itu Rp1.200. Nah, kan lebih untung melakukan ayam kampung pertelur ketimbang ayam ras,” katanya saat berbicang dengan Cendana News, Rabu (11/4/2018).
Ia menyebutkan, usahanya itu sudah dijalani sejak 2006 lalu. Berawal dari berternak burung puyuh, kini ia mengembangkan ayam kampung bertelur.
Usahanya berkembang, seiring dapatnya pinjaman jasa lunak dari Tabur Puja melalui Kelompok Tabur Puja Bina Karya Koto Baru, yang ada di daerahnya tersebut.
Perempuan paruh baya tersebut dalam setiap pekan mampu meraup keuntungan hingga Rp400 ribu.
“Alhamdulillah dengan kerja yang tidak begitu menyibukkan saya sudah bisa memperoleh penghasilan rata-rata Rp1,6 juta per bulannya,” ucapnya.
Ernelis yang juga dibantu oleh putrinya, Yeyen, sengaja memanfaatkan lahan yang ada di belakang rumahnya. Meski tergolong sempit, namun keluarga Ernelis dapat memaksimalkan kondisi yang untuk meraih rezeki.
Kini dengan memasuki jumlah pinjaman Tabur Puja mencapai Rp4 juta. Semakin memudahkannya untuk melakukan pembelian pakan ayam pertelurnya.
Tidak hanya itu, dengan adanya biaya itu ia berencana akan mengembangkan usaha untuk burung puyuh. Dari kini empat ribu ekor akan menjadi 10 ribu.
“Tapi sebelum menambahkan jumlah ternak burung puyuh. Saya pun harus mengutamakan untuk ayam kampung pertelur ini. Seperti memperbaiki kandang,” ujarnya.