Kantor Satnarkona Polres Lamsel Siap Digunakan Sebelum Ramadan

Editor: Irvan Syafari

LAMPUNG — Satnarkoba Polres Lamsel akan punya kantor baru di Pelabuhan Penyebrangan Bakauheni dalam wkatu dekat. Para personelnya bisa lebih bersemangat mencegah penyelundupan narkoba. Kantor itu berdiri atas dukungan PT ADSP Indonesia yang berkomitmen sama melawan penyelundupan narkoba.

Menurut General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Anton Murdianto kantor itu menempati lokasi seluas 64 meter, berada di dekat loket pembelian tiket. Proses pengerjaan sudah dilakukan dengan pembuatan pagar serta penyiapan pondasi untuk kantor pemeriksaan Satuan reserse Narkoba Polres Lampung Selatan.

Anton mengatakan, pemberian lahan di areal ASDP tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Kepolisian Daerah Lampung dalam pencegahan narkoba. Hal tersebut sesuai dengan beberapa upaya penyelundupan narkoba jenis dan ganja yang pernah digagalkan oleh Satnarkoba. Selama ini bantuan kepada pihak kepolisian diberikan dengan pemberian lokasi tepat di depan pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

“Lokasi yang kami siapkan akan mempermudah pengawasan kendaraan yang diduga membawa barang terlarang dan berbahaya. Sebab selama ini lokasi kantor Seaport tepat berada di dekat akses keluar Jalan Tol Trans Sumatera,” ucap Anton kepada Cendana News, Rabu (11/4/2018)

Keberadaan pos pengamanan di area Pelabuhan Bakauheni tersebut nantinya tidak akan menganggu pelayanan publik yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry dalam melayani pengguna jasa penyeberangan.

Pemindahan area seaport pelabuhan Bakauheni yang berada di dekat akses keluar JTTS tersebut diharapkan bisa memperlancar lalu lintas kendaraan. Lokasi kantor Seaport Interdiction juga berada di dekat kantor sejumlah perusahaan pelayaran yang ada di Pelabuhan Bakauheni.

Pantauan Cendana News sejumlah pekerja tengah melakukan proses pembangunan area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni. Pada tahap awal pekerjaan dilakukan dengan pembuatan pagar beton sekeliling lokasi Seaport Interdiction.

Setelah pembuatan pagar kantor pemeriksaan Satnarkoba Polres Lamsel terbuat dari kontainer akan dipindahkan. Sebelum bulan Ramadan. Mei mendatang kantor pemeriksaan Satnarkoba Polres Lamsel sudah bisa digunakan.

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Syaifulail Maslul menyebut, pekerjaan pembuatan kantor akan dilakukan secepatnya. Sebab lokasi kantor lama tepat berada di dekat pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lamsel.

Lokasi tersebut juga kerap macet saat puncak arus liburan dan menjelang hari raya. Penyediaan kantor pemeriksaan Satnarkoba Polres Lamsel tersebut diakuinya akan memperlancar lalu lintas di tempat pembelian tiket kendaraan.

“Area kantor pemeriksaan narkoba yang jauh dari akses jalan tol diharapkan bisa memperluas pintu masuk kendaraan dibanding sebelumnya yang sempit,” ujar Syaiful.

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Polisi Suntana sebelumnya pada Jumat (23/3), mengapresiasi dukungan dari PT ASDP Indonesia Ferry, yang memberikan lahan untuk area Seaport Interdiction.

Area tersebut diakuinya akan menjadi lokasi yang lebih representatif untuk para anggota Satnarkoba Polres Lamsel melakukan pemeriksaan kendaraan dari Sumatera menuju Jawa.

“Selama ini pelabuhan Bakauheni merupakan jalur vital untuk masuk dari Pulau Jawa dan sebaliknya ke Pulau Sumatera sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih ketat,” ujar Irjen Pol Suntana.

Selain bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry, Irjen Pol Suntana mentakan, akan melakukan penambahan alat modern pendukung pemeriksaan narkoba dan barang berbahaya.

Khusus untuk pemeriksaan narkoba koordinasi akan dilakukan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menambah alat yang canggih. Peralatan closed circuit television (CCTV) untuk memantau pergerakan kendaraan juga akan dipasang untuk mengawasi kendaraan yang dicurigai membawa narkotika.

Area pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan-Foto: Henk Widi.

Selain dukungan alat untuk Polres Lamsel dalam pemeriksaan narkoba, tambahan anjing pelacak dari polisi satwa juga akan ditambah. Anjing pelacak dengan penciuman tajam sebanyak 8 ekor akan didatangkan dari pusat untuk membantu tugas Satnarkoba Polres Lamsel.

Selama ini ujar Irjen Pol Suntana, pemeriksaan penyelundupan narkotika di Seaport Interdiction dilakukan dengan mempergunakan cara manual.

Lihat juga...