Umbi Garut dan Gembili Cocok Dikonsumsi Penderita Diabetes

Editor: Irvan Syafari

YOGYAKARTA — Peneliti serat pangan dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Dr Sunarti, M.Kes menuturkan, umbi Garut dan umbi Gembili merupakan salah satu sumber pangan lokal yang memiliki serat pangan cukup tinggi, yang mampu melindungi tubuh dari penyakit akibat pola makan yang kurang baik termasuk untuk penderita diebetes mellitus, penyakit jantung, kanker usus dan obesitas.

Sunarti menerangkan, umbi Garut dan Umbi Gembili sudah dilakukan uji klinis, dengan diujicobakan pada pasien yang terkena penyakit diabetes mellitus. Menurut peraih gelar Doktor dari FK UGM 2007 ini, pangan yang memiliki kadungan serat pangan tinggi umumnya mengandung indeks glikemik (IG) rendah di bawah angka 55. Namun kedua jenis umbi ini justru menghasilkan angka yang lebih rendah lagi.

“Indek glikemik ternyata sangat rendah sampai angka 32,” katanya dalam Talkhow “Serat Pangan Dalam Penanganan Sindrom Metabolik di Ruang perpustakaan” FKKMK UGM, belum lama ini.

Indeks Glikemik (IG) sendiri dijelaskan adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengindikasikan seberapa cepat karbohidrat, yang terdapat dalam makanan dapat diubah menjadi gula oleh tubuh manusia.

Sunarti mengatakan, meski kedua umbi ini memiliki tingkat IG rendah, namun rendah dan tingginya juga bergantung dari cara memasaknya. Yakni agar serat yang terkandung di dalamnya bisa larut di dalam tubuh setelah dikonsumsi.

“Proses pengolahan makanan bisa mempengaruhi. Dengan pemanasan 150 derajat celcius selama 15 menit, serat yang larut akan lebih banyak,” ujar dia.

Meski diketahui memiliki IG yang rendah, namun kedua umbi ini menurutnya sangat sulit didapat karena jarang ditanam oleh para petani. Apabila dikembangkan dengan lebih banyak tentu  sangat memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama pada penderita DM, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pangan impor seperti gandum.

“Bisa mengangkat pangan lokal, mengurangi ketergantungan pada gandum yang tidak semua tubuh penderita bisa cocok,” katanya

Dia menepis anggapan bahwa sayuran memiliki serat pangan yang tinggi, yang diperlukan tubuh. Menurutnya sayuran memiliki memiliki serat namun tidak larut dalam tubuh,

“Sayur memiliki serat tapi tidak larut, serat larut itu ada di buah-buahan dan umbian,” katanya

Serat yang larut, kata Sunarti mampu mengedalikan absorpsi makanan dn menimbulkan rasa kenyang lebih lama sehingga cocok dikonsumsi oleh para penderita DM dan mereka yang ingin menjaga berat badan (diet).

“Kita tahu penderita DM itu rasa lapar lebih sering, bila tidak dibatasi akan meningkatkan kadar gula,” ungkapnya.

Lihat juga...