Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemprov NTB Seleksi Guru Honorer
Editor: Irvan Syafari
MATARAM — Ribuan Guru honor Daerah (Honda) yang sebelumnya diangkat bupati dan wali kota akan diseleksi ulang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Seleksi ulang dilakukan, selain untuk menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah tersebar di setiap kabupaten kota, juga sebagai upaya menata kembali kualitas pendidikan di NTB.
Dari total 7.000 lebih guru dan pegawai honorer yang kewenangannya pengelolaannya saat ini berada dibawah Pemprov NTB, Dikbud NTB hanya akan menyeleksi 5.200 orang yang akan diseleksi.
“Memang kebijakan tersebut terkesan tidak populis, tapi apakah ia hanya untuk menyenangkan semua orang, kemudian upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus akan diabaikan,” kata Gubernur NTB, Zainul Majdi di Mataram, Kamis (12/4/2018).
Sekarang inimenurut Zainul memang ada dua pilihan, apakah Pemprov NTB mendiamkan situasi yang ada, supaya bisa menyenangkan semua orang. Tapi kalau itu dilakukan apakah tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan, yaitu agar anak-anak mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik.
Menurutnya kalau mau, kondisi tersebut bisa saja dibiarkan, tapi kalau dibiarkan kurang sehat. Pada saat ini banyak dari honorer mengajarnya hanya dua tiga jam, artinya dia tidak efektif juga sebagai pendidik. Seharusnya seorang guru mengaja minimal 12 jam, artinya dia tidak layak sebagai pendidik.
“Makanya kami pilih untuk menata. Jadi kalau kami pilih pertama, kami biarkan saja apa adanya, ya sulit untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu ilustrasinya yang seperti yang tadi, banyak yang mengajar hanya dia sampai dua sampai tiga jam,” katanya.
Tambah Zainul, akhirnya aktivitas mengajar hanya dijadikan sambilan. Nama tetap tercatat, tapi jarang di sekolah.
“Penataan juga dimaksudkan, agar semua guru honorer daerah yang lolos seleksi dan mendapatkan SK, bisa benar-benar memenuhi minimal 12 jam per minggu, sehingga nanti dia juga bisa ikut program sertifikasi,” kata dia lagi.
Para guru honorer daerah bisa mendapatkan tunjangan yang lain dan bisa lebih baik lagi. “Marilah kita belajar sungguh – sungguh membenahi pendidikan, masa kalau ada yang tidak pas dibiarkan,” pungkas Zainul.
Sebelumnya Kepala Dikbud NTB, Muhammad Suruji memastikan akan menyeleksi guru dan pegawai honorer sebanyak 5.200 dari total jumlah guru dan pegawai honorer sebanyak 7 ribu lebih
Jumlah tersebut sendiri disesuaikan dengan kebutuhan guru di setiap sekolah kabupaten kota, sekolah swasta maupun negeri. Untuk memastikan proses seleksi berlangsung secara jujur dan transparan, proses seleksi melalui tes akan dilakukan dengan menggunakan komputer.
“Dengan menggunakan komputer, tidak ada peluang terjadinya praktik kecurangan, layaknya proses Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilakukan siswa,” katanya
Saat ini Dikbud sendiri telah memulai proses pendaftaran untuk proses seleksi. Proses seleksi sendiri mundur dari jadwal sebelumnya bulan Maret, akan dilaksanakan pertengahan atau akhir April ini.