“Malang City Expo 2018” Targetkan Pengembangan UKM
Editor: Irvan Syafari
MALANG — “Membangun Kota Melalui Ekonomi Kreatif” menjadi tema yang diangkat dalam gelaran “Malang City Expo (MCE) 2018”. Acara yang rutin digelar setiap tahun dalam rangka memperingati hari jadi Kota Malang tersebut di tujukan sebagai ajang promosi sekaligus pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Indonesia khususnya kota Malang.
Pejabat Sementara (PJS) Wali Kota Malang Wahid Wahyudi mengatakan, dalam peringatan hari ulang tahun ke 104, Pemerintah Kota Malang sengaja kembali mengadakan MCE yang ketiga kalinya guna mengembangkan potensi UKM yang ada. Karena menurutnya, jika dilihat dari berbagai sisi, sudah selayaknya di Kota Malang dikembangkan ekonomi berbasis kreatif.
Belajar dari pengalaman industri kreatif, termasuk di dalamnya UKM menjadi fondasi ekonomi bangsa Indonesia. Di mana pada saat terjadi krisis ekonomi pada 1998 hanya UKM dan industri kreatif yang tidak banyak terpengaruh oleh adanya krisis ekonomi.
“Oleha karena itu, Pemerintah Kota Malang sepakat untuk mengembangkan ekonomi kreatif di kota Malang,” ujarnya ketika membuka Malang City Expo di halaman luar stadion Gajayana, Rabu (11/4/2018).
Menurut Wahid, berkat dukungan Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat, hasil industri-industri kreatif di Kota Malang ini tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal maupun tingkat nasional tetapi juga sudah di pasarkan ke mancanegara. Hal ini patut kita banggakan.
“Untuk itu kami tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi di dunia industri kreatif mulai dari sumber daya manusia, hingga masalah pemasarannya,” ucapnya.
Di samping itu, sebagai kota pendidikan yang memiliki 62 perguruan tinggi yang di huni lebih dari 200 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia tentunya bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Kota Malang.
Dari jumlah mahasiswa yang begitu banyak inilah bisa dijadikan sebagai media promosi di wilayahnya masing-masing terhadap hasil industri kreatif yang berasal di Kota Malang.
“Mari kita bergerak bersama-sama agar hasil industri kreatif di kota Malang bisa berkembang dengan baik sehingga kesejahteraan masyarakat kota Malang bisa tercapai,” pintanya.
Lebih lanjut, Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta mengaku sangat mengapresiasi dengan gelaran MCE yang rutin adakan Pemerintah kota Malang.
“Kami dari Kementerian Koperasi dan UKM memberikan apresiasi yang tinggi kepada kota Malang yang tiada henti melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM melalui event pagelaran MCE,” ucapnya saat memberikan sambutan.
Pihaknya terus mendorong kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan produk kreatif yang belum banyak di kenal oleh masyarakat, salah satunya melalui pameran MCE yang bisa menjadi wadah untuk memperkenalkan produk kreatif.
“Semoga target jumlah pengunjung dan jumlah transaksi pada acara MCE bisa tercapai karena jika dilihat produknya cukup bagus. Dan mudah-mudahan pengunjung yang datang tidak hanya sekedar mengunjungi, tetapi juga membeli produk-produk kreatif yang di jual di MCE,” harapnya.
Dikatakan I Wayan Dipta, sudah seharusnya bangsa Indonesia bersyukur karena memiliki banyak UKM yang mampu mendorong perekonomian Indonesia dan mengurangi jumlah pengangguran.
“Saat ini jumlah UKM di Indonesia kurang lebih sabanyak 65 juta dengan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sekitar 97,2 persen. Jadi dapat dibayangkan, jika UKM tidak ada, siapa yang mampu menyerap tenaga kerja yang begitu banyak,” sebutnya.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM kota Malang, Tri Widiani, menyebutkan bahwa dalam gelaran MCE 2018 yang diikuti oleh 140 peserta tersebut, pihaknya menargetkan jumlah pengunjung yang hadir bisa mencapai 25 ribu orang.
Dia juga memperkirakan omzet mencapai 4 milyar rupiah selama empat hari penyelenggaraan (11-14 April 2018).
“Selain untuk mengenalkan produk-produk UKM kepada masyarakat nasional maupun internasional, kegiatan MCE ini juga untuk mendorong, mempercepat dan meningkatkan kapasitas para pelaku UKM dengan mengikuti berbagai kegiatan di antaranya workshop untuk dunia Industri, seminar digital marketing,” ungkapnya.