Hari Buku, Baca Buku di Dalam Kereta

Editor: Satmoko

Intan Siagian dari Lokomotim Tim Media keREADta 2018 (Foto Akhmad Sekhu)

JAKARTA – Gerakan literasi terus saja ada. Upaya menumbuhkan budaya membaca melalui berbagai cara terus digalakkan sejumlah pihak.

Setelah sukses dengan program keREADta tahun 2017, Indoreadgram bekerja sama dengan KCI (Kereta Commuterline Indonesia) kini kembali menggelar keREADta dengan mengadakan acara membaca buku di dalam kereta. Hal ini dilakukan untuk menyambut Hari Buku Sedunia yang jatuh pada 23 April.

Sejauh ini, Indoreadgram memang prihatin dengan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Betapa pentingnya membaca, apalagi zaman sudah digital,  banyak pula berita hoax bertebaran. Dengan membudayakan membaca yang baik, tentu dapat menangkal hoax.

“Program ini sudah dilakukan tahun 2017, tapi tahun ini lebih besar lagi karena didukung penuh oleh KCI,“ kata Intan Siagian dari Lokomotim Tim Media keREADta 2018 kepada Cendana News di Stasiun Kereta Jakarta Kota, Minggu (22/4/2018).

Intan memaparkan perbedaan penyelenggaraan keREADta tahun 2017 dengan tahun 2018 ini jumlah relawannya sekitar 400 orang.

“Tempatnya sekarang dari Stasiun Jakarta Kota sampai Stasiun Universitas Indonesia,“ paparnya.

Dalam pelaksanaannya, keREADta juga bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UI.

“Di sana kita membuka kelas Inspirasi yang terdiri dari Kelas Literasi, Kelas Fiksi, Kelas Blog, Kelas Jurnalistik, dan Kelas Puisi, secara gratis untuk relawan yang sudah terpilih dari Indorelawan.org,“ ungkapnya.

Jadi tidak sekedar membaca buku di kereta. Tapi juga memberikan praktek literasi. Bukan hanya sekedar membaca buku saja, tapi juga melakukan aksi, misalnya dari apa yang kita baca. Juga dengan berkarya.

“Kita juga mengajak masyarakat untuk menggaungkan bahwa besok, 23 April, Hari Buku Sedunia. Betapa pentingnya membaca selain menambah wawasan dan juga menangkal hoax,“ bebernya.

Ide awal dari founder keREADta, Nurkholis Makki, yang suka membaca buku di kereta. Dia mempunyai ide memberi opsi baik, yaitu di dalam kereta intens membaca buku.

“Sejak itu kita buat keREADta dan insha Allah akan dilakukan setiap tahun,“ ujarnya.

KCI memberikan support acara keREADta sebagai kegiatan positif yang dilakukan di dalam kereta. KCI juga rencananya akan membuat rumah baca, yaitu Rumah Baca KRL.

“Setiap peserta yang datang membawa tiket, tiketnya berbentuk buku yang akan disumbangkan untuk Rumah Baca KRL, “ tuturnya.

Intan berharap dengan acara ini, minat baca masyarakat Indonesia semakin baik.

“Semakin banyak orang sadar betapa pentingnya membaca, semakin banyak orang yang berjuang dalam bidang literasi dan praktek literasi, semakin banyak orang peduli pada masyarakat di pelosok yang minat bacanya kurang karena minimnya fasilitas bacaan,“ harapnya.

Tantangannya adalah juga menjadikan minat baca sebagai gaya hidup, sebagai bagian penting dari budaya baca masyarakat Indonesia.

“Itulah harapan kita,“ pungkasnya.

Lihat juga...