Desa Gaden Menjadi Kampung KB Unggulan di Klaten

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

SOLO — Upaya warga Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Klaten, Solo, Jawa Tengah, menjadi Kampung Keluarga Bencana (KB) cukup menarik dan patut dicontoh.

Kepala Desa Gaden Partinah menyebutkan, berbagai kegiatan untuk menjadi kampung KB juga semarak dilakukan oleh warga.

Misalnya, menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, dengan gerakan sadar sampah. Selain itu, di bidang penyuluhan kesehatan lingkungan, terutama tim penggerak maupun bebas jentik juga rutin dilakukan setiap pekan sekali.

“Ada gerakan melukis mural dan tulisan dukungan kampung KB. Penempelan stiker serta program BABS (buang air besar sembarangan). Program penataan lingkungan juga disertai dengan gerakan menanam aneka sayuran, serta cinta terhadap sungai,” imbuh Partinah kepada Cendana News, Rabu (25/4/2018).

Untuk semakin memperkuat program Kampung KB, pihaknya akan membangun Balai Kampung KB yang akan menjadi pusat kegiatan untuk meningkatkan kesadaran. Tak hanya kegiatan berupa gerakan-gerakan namun inisiasi warga untuk tetap melestarikan gerakan sadar KB.

“Alhamdulillah, untuk tingkat Kabupaten, Gaden menjadi juara Kampung KB, dan mewakili Klaten maju lomba Kampung KB tingkat Provinsi Jawa Tengah,” sebutnya.

Tidak hanya itu, untuk mensukseskan menjadi Kampung KB, warga pun mempunyai inisitaif unik, yakni memberi nama jalan-jalan kampung dengan istilah medis pada KB.

Dijelaskan, program kampung KB dipelopori oleh Kampung Gaden RW 05. Di kampung ini, seluruh warga memiliki komitmen yang tinggi untuk mensukseskan program KB. Tak hanya sebatas sosialisasi KB, namun gerakan nyata dilakukan warga di satu rukun warga ini.

“Mereka gelar pertemuan-pertemuan kecil. Yang menarik, jalan di kampung ini diberi nama istilah pada KB,” ucap Partinah.

Kepala Desa Gaden Partinah
Kepala Desa Gaden Partinah. Foto: Harun Alrosid

Sejumlah nama medis KB yang dijadikan nama jalan seperti Akseptor, Implan, IUD, Suntik, Vasektomi. Selain itu, ada pula MOW, dan PUS dan sejumlah istilah medis KB lainnya.

Upaya warga ini menurut dia, merupakan inisiatif warga secara mandiri. Bahkan, tingkat kepedulian dan kesadaran akan pentingnya KB juga cukup tinggi.

“Terbukti, angka kelahiran di warga RW 5 juga tidak tinggi. Pentingnya KB sudah menjadi kesadaran warganya,” ungkap dia.

Lihat juga...