Berkah Bendungan Pandan Dure Bagi Petani Lombok Timur

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LOMBOK — Beroperasinya bendungan Pandan Dure, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2013 lalu, telah memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya petani dengan lahan tadah hujan bagian selatan.

Tiga kecamatan yang dulunya kerap dilanda kekeringan, sekarang bisa merasakan dampak positif dan tidak lagi kesulitan pengairan.

Beberapa kecamatan tersebut, antara lain, Sakra Barat, Jerowaru dan Keruak, yang dimana dulunya ketika hendak musim kemarau atau saat hendak mulai menanam tembakau seringkali kesulitan mendapatkan air.

“Dulu sebelum dibuatnya bendungan Pandan dure, kita kadang tidak bisa menanam tembakau, dan kalaupun ada tidak semua bisa menanam,” kata Mustamin, Petani asal Desa Gerisak kecamatan Sakra Barat kepada Cendana News, Rabu (25/04/2018).

Ia mengatakan, selain tidak bisa menanam tembakau, akibat kesulitan air, hasil pertanian juga seringkali tidak maksimal, bahkan tidak jarang mengalami gagal panen. Masyarakat hanya bisa bercocok tanam ketika musim hujan.

Pandan Dure
Mustamin saat berada di sawahnya untuk menanam tembakau. Foto: Turmuzi

Mustamin mengatakan, sebelum bendungan Pandan Dure dibangun, para petani hanya bisa menanam padi satu kali dalam setahun. Karena susahnya air untuk irigasi tanaman pertanian, tidak bisa menanam tanaman yang lain seperti cabai,tomat dan sayur-sayuran lain.

“Sekarang masyarakat bisa menanam padi dua kali, tidak lagi kesulitan pengairan, termasuk yang menanam tembakau maupun tanaman palawija,” katanya.

Muhrim, petugas subak air bendungan Pandan Dure, Desa Gerisak kecamatan Sakra Barat, mengatakan, petani dulunya hanya bisa menanam padi hanya ketika musim hujan. Kalau sudah memasuki musim kemarau, lahan pertanian menjadi tandus dan kering.

“Sekarang masyarakat bisa bercocok tanam segala macam jenis tanaman, dan kini semua masyarakat juga bisa menanam tembakau,” katanya.

Para petani yang dulunya hanya menanam padi sudah bisa diselangi dengan tanaman yang lain seprti cabai, jagung, kacang dan sayur mayur.

Adapun jadwal untuk pembukaan bendungan pandan dure, setiap bulannya di buka empat kali dan masing-masing pekasih mendapat jatah selama delapan jam perhari.

“Untuk subak air gerisak sudah enam hektar sawah yang sudah kami air tinggal empat hektare, dipastikan pembukaan berikutnya bisa merata semua,” beber Muhrim.

Lihat juga...