Petani Jamur DIY Keluhkan Serangan Hama Gurem

Editor: Irvan Syafari

Salah seorang petani jamur, Surahman, menunjukkan tanaman jamur miliknya yang terserang hama gurem-Foto: Jatmika H Kusmargana.

YOGYAKARTA — Sejumlah petani jamur di Yogyakarta mengeluh serangan hama penyakit gurem, yang menyerang tanaman jamur mereka. Serangan hama tersebut mengakibatkan media tanam jamur menjadi rusak, hingga membuat hasil produksi jauh menurun.

Salah seorang petani jamur asal Klangon, Sedayu, Bantul, Surahman, menyebut serangan hama gurem ini biasa terjadi saat musim pancaroba, dari musim penghujan ke musim kemarau seperti saat ini.

Gurem atau sejenis binatang kecil berwarna cokelat kehitaman yang dapat terbang ini, biasa menyerang baglog atau media tanam jamur. Saat diserang media tanam biasanya akan menjadi busuk dan rusak sehingga jamur tak dapat tumbuh maksimal.

“Gurem ini membawa spora ke dalam media tanam. Saat spora menyebar media tanam menjadi busuk,” katanya Selasa (27/03/2018).

Serangan hama gurem tersebut dikatakan Surahman, dapat mengakibatkan produksi jamur menurun drastis hingga 50 persen.

Jika biasanya dari sebanyak 5000 baglog, ia bisa memanen jamur sebanyak 18-20 kilo jamur per hari, kini akibat serangan hama gurem ia hanya mampu memanen jamur sebanyak 7-8 kilo per hari.

“Serangan hama gurem ini selalu endemis saat musim pancaroba. Tidak hanya di tempat saya saja yang terkena serangan, namun hampir semua petani jamur mengalami,” jelasnya.

Para petani jamur mengaku sampai saat ini belum mampu mengatasi serangan hama gurem ini. Yang bisa dilakukan para petani hanyalah meminimalisir dampak serangan hama tersebut.

“Kalau disemprot tidak bisa, karena akan membuat jamur mati. Yang bisa dilakukan adalah menghambat penyebaran hama gurem,” katanya.

Surahman sendiri mengaku melakukan sejumlah upaya mulai dari memasang lem di sepanjang rak baglog untuk menjebak hama gurem, hingga melakukan penundaan pemotongan ujung media tanam untuk menghambat penyebaran hama gurem.

“Karena bisa terbang dan berpindah-pindah, hama gurem ini sangat sulit dibasmi. Salah satu yang bisa dilakukan adalah mengisolasi kandang jamur agar hama tidak berpindah ke kandang lainnya,” katanya.

Para petani sendiri hanya bisa berharap agar pemerintah khususnya Dinas Pertanian dapat membantu memberikan solusi mengatasi serangan hama gurem pada jamur ini.

Lihat juga...