Ditjen P2P Kemenkes Lakukan Pemeriksaan HIV/AIDS di Pelabuhan Bakauheni
Editor: Irvan Syafari
LAMPUNG — Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang melakukan pemeriksaan penyakit Human Immunodeficiency virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) secara acak terhadap sejumlah pekerja di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Koordinator wilayah KKP Kelas II Panjang Suwoyo mengatakan, pemeriksaan HIV/AIDS dilakukan secara acak kepada para relawan yang bersedia diperiksa di wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni.
Selain pemeriksaan, sosialisasi pencegahan penularan HIV/AIDS juga dilakukan terhadap sejumlah pekerja sektor formal dan informal pelabuhan di antaranya kuli angkut, anak buah kapal, pegawai di area Pelabuhan milik PT.ASDP Bakauheni.
Kegiatan tersebut melibatkan beberapa dokter dan petugas medis yang bekerja di KKP Kelas II Panjang dan dilakukan secara rutin setiap bulan sekali. Ia menyebut, pelayanan konseling dan testing HIV/AIDS dilakukan dengan sistem voluntary conselling and testing (VCT).
“Program pemeriksaan HIV/AIDS dilakukan rutin setiap bulan di terminal,pelabuhan dan sejumlah tempat yang beresiko tinggi menjadi lokasi penularan penyakit menular yang hingga kini masih belum ditemukan obatnya tersebut,” kata Suwoyo saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (27/3/2018)
Menurut Suwoyo pemeriksaan HIV/AIDS oleh Ditjen P2P Kemenkes melibatkan KKP Kelas II Panjang digelar untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS.
Di Pelabuhan Bakauheni terang Suwoyo, pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap bulan dengan sasaran relawan sebanyak 20 orang. Pemeriksaan diakuinya melibatkan petugas KKP Kelas II Panjang dengan alat khusus yang hasilnya akan diberitahukan kepada relawan.
Selain melakukan pemeriksaan secara acak pada pekerja di Pelabuhan Bakauheni yang bersedia menjadi relawan,KKP Kelas II Panjang juga membagikan brosur dan memasang spanduk. Spanduk upaya pencegahan tersebut diantaranya dipasang di loket pembelian tiket penumpang pejalan kaki agar mudah terlihat.
Selain program rutin bulanan,kegiatan pemeriksaan HIV/AIDS diakui Suwoyo digelar untuk ikut memeriahkan HUT ke-45 PT ASDP Indonesia Ferry yang diperingati setiap tanggal 27 Maret.
Salah satu dokter yang melakukan pemeriksaan HIV/AIDS, Dr Erlin Adisutopo menuturkan, sebelum pemeriksaan relawan diberi pemahaman tentang penyakit tersebut.
Penyakit HIV/AIDS yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut diakuinya belum ditemukan obat ampuhnya. Jikapun ada obat yang digunakan hanya bisa memperpanjang usia hidup orang, yang sudah terinfeksi virus HIV/AIDS atau dikenal dengan ODHA (Orang dengan HIV AIDS).
“Kami juga sosialisasikan agar masyarakat tidak memusuhi orang yang sudah terinfeksi virus tersebut dan tetap bisa diberi pendampingan,” kata Erlin.
Selain mendapat pemahaman,para relawan juga terlebih dahulu melakukan penandatanganan surat persetujuan tindakan medis. Setelah itu relawan diperiksa dengan cara pengambilan sampel darah menggunakan jarum suntuk sekali pakai untuk proses pemeriksaan antibodi dalam darah.
Jika tes HIV menunjukkan hasil positif, maka akan dilakukan tes kedua menggunakan metode western blot. Ia menganjurkan agar orang yang beresiko tinggi rutin melakukan pemeriksaan HIV/AIDS, yang dilakukan secara gratis tersebut.
Absor,salah satu relawan yang bersedia diperiksa HIV/AIDS mengaku baru pertama kalinya menjalani pemeriksaan. Pekerja di salah satu kapal lintas Bakauheni-Merak tersebut mengaku, sengaja melakukan pemeriksaan HIV/AIDS untuk memeriksakan diri apakah tertular HIV/AIDS. Sebab diakuiny,a berada di lingkungan yang ditengarai beresiko tinggi membuat ia kuatir jika terifeksi penyakit tersebut.
“Salah satu penjelasan terkait penularan virus HIV AIDS di antaranya selain aktivitas sosial resiko tinggi , seperti transfusi darah sehingga saya harus melakukan pemeriksaan,” beber Absor.
Selain melakukan pemeriksaan gratis kepada para relawan,sejumlah spanduk himbauan pencegahan penularan HIV/AIDS dipasang di pelabuhan Bakauheni. Beberapa cara oke mencegah penularan HIV/AIDS yang dianjurkan di antaranya dengan mematuhi ABCDE.
Abstinentia atau tidak melakukan hubungan sex sebelum menikah, Be Faithful atau setia pada pasangan, Condom atau mempergunakan kondom jika melakukan hubungan seks beresiko, don’t drugs atau jangan terlibat narkotika dan penggunaan jarum suntik bergantian serta perbanyak membaca dan mempelajari HIV/AIDS dari sumber terpercaya.