Pekan Depan OJK Uji Calon Direksi Bank Kalsel
Editor: Irvan Syafari
BANJARMASIN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Kalimantan memastikan dalam waktu dekat akan segera menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon Direksi Bank Kalsel.
Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) Regional IX Kalimantan Haryanto, direncanakan fit and proper test sendiri akan dilaksanakan pada pekan depan.
“Setelah melakukan kordinasi dengan Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan (DPIP), diagendakan pekan depan akan dilaksanakan fit and proper test. Untuk pengujinya nanti akan diambil dari kalangan intenal maupun eksternal,” jelasnya, Selasa (27/03/2018).
Lambatnya pelaksanaan fit and proper test sendiri ditegaskan Haryanto bukanlah karena persoalan politis, tapi memang karena persoalan administratif.
Dari enam calon yang akan diajukan oleh Bank Kalsel untuk menduduki kursi direksi, ada satu orang yang belum melengkapi sertifikasi. Karena menunggu satu orang tersebut melakukan sertifikasi, makanya proses fit and proper test menjadi tertunda.
“Yang diajukan berenam. Jadi ke enamnya harus lengkap dulu persyaratan administrasinya semua, baru kita lakukan fit and proper test,” tambahnya.
Ia menambahkan, setelah selesai dilakukan fit and proper test maka satu minggu kemudian akan keluar hasil rekomendasi. Dari enam calon tersebut akan dipilih tiga terbaik untuk direkomendasikan mengisi jabatan direksi di Bank Kalsel.
“Kita harapkan setelah rekomendasi keluar, sebelum tiga bulan Bank Kalsel bisa melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam RUPS itulah nanti diputuskan mereka yang lolos ini untuk menduduki jabatan apa sesuai kompetensi dan arahan pemegang saham,” imbuhnya.
Sebelumnya, Komisaris Utama Bank Kalsel Ary Bastari berharap kedepannya Bank Kalsel bisa terus berupaya mendorong kinerja kredit produktifnya makin meningkat tiap tahunnya, utamanya untuk kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Dengan bisa memberikan kredit produktif yang lebih banyak kepada UMKM, diharapkan bisa mendorong geliat ekonomi mikro yang ada di Banua. Dengan begitu tentunya akan berimbas pada penyerapan tenaga kerja, khususnya di sektor informal.
“Kita targetkan realisasi kredit produktif bisa terus naiklah tiap tahunnya, khususnya untuk UMKM. Karena kita melihat sektor ini bisa memberikan efek domino positif yang lebih luas pada Banua,” tambahnya.
Sekedar diketahui, ada pun ke enam calon direksi yang akan ikut fit and proper test. Mereka adalah Agus Syabarrudin dan Anwari untuk posisi Calon Direktur Utama Bank Kalsel merangkap Direktur Utama Unit Usaha Syariah. Nama lainnya, Rudi Syahrinsyah dan Muhammad Rizhar untuk posisi Calon Direktur Bisnis dan Gusti Agus Permana dan Fachrudin untuk posisi Calon Direktur Operasional.