Kejar Subsidi, Klub Siapkan Sistem Pengembangan Pemain Muda

Ilustrasi - Foto: pssi.org

JAKARTA – Tim yang berlaga di Liga 1 Indonesia musim 2018 bersiap melakukan pembenahan program akademi pemain muda. Hal tersebut diklaim untuk mendukung upaya mendapatkan pesepakbola muda berbakat untuk masa depan klub.

Selain pembinaan pemain muda, program akademi menarik dilakukan karena pengembangan pemain muda menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan uang subsidi Rp2,5 miliar dari operator liga. Di musim 2018, setiap tim yang berlaga di Liga 1 Indonesia dijanjikan mendapatkan subsidi Rp7,5 miliar yang akan diberikan dalam dua bentuk.

Dari jumlah tersebut, Rp5 miliar otomatis diberikan kepada klub dengan bertahap mulai April-November 2018. Namun sisanya yaitu Rp2,5 miliar hanya bisa dicairkan untuk membiayai program pengembangan pemain muda klub.

“Kalau memang sudah jadi keputusan, tentu akan kami siapkan akademi pemain muda. Saat ini kami sudah memiliki U-19 dan pasti akan menambah lagi untuk kelompok umur di bawahnya,” ujar General Manager PSIS Semarang Wahyu Winarto, Jumat (16/3/2018).

Hal serupa juga diungkapkan Manajer Mitra Kukar Suwanto. Dia menyebut Mitra Kukar akan segera menyusun rencana mengenai pengembangan pemain muda. Selain ingin mendapatkan hak penuh atas subsidi Rp7,5 miliar, tim asal Kalimantan Timur tersebut juga berkepentingan memenuhi persyaratan untuk lisensi klub Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

“Kekurangan kami di AFC adalah akademi pemain muda. Karena itulah kami berusaha mengembangkannya,” kata Suwanto.

Tim dari Papua, Perseru Serui  menyebut, juga bertekad menunaikan kewajiban adanya program pesepak bola usia dini. Manajer Perseru Serui Kilion Imbiri menuturkan, pihaknya tinggal memoles saja sistem pembinaan pemain muda yang sudah dimiliki. Saat ini mereka sudah memiliki SSB Saireri yang menyediakan pelatihan untuk pemain U-12 hingga U-19. “Ini termasuk langkah baik juga,” kata Kilion.

Operator liga PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyebut, penilaian program pengembangan pemain muda tersebut dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). LIB selaku operator liga hanya menjadi pihak penyalur subsidi.

Akan tetapi, PT LIB masih menunggu rincian bagaimana mekanisme agar klub bisa mendapatkan subsidi Rp2,5 miliar, dari total Rp7,5 miliar yang dijanjikan. “Kami belum mengetahui rincian tentang pengembangan pemain muda itu. Apakah dengan memiliki akademi saja sudah cukup atau bagaimana. Kami masih menunggu penjelasan dari PSSI,” tutur Direktur Operasional PT LIB Tigorshalom Boboy. (Ant)

Lihat juga...