Gorontalo Perlu Lebih Serius Tangani AIDS

Ilustrasi. Pertemuan Warga Peduli AIDS (WPA). Foto: Dok. CDN

GORONTALO  – Ketua Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo Idah Syahidah, Senin, menyebut, jika kasus HIV/AIDS di Provinsi Gorontalo hingga Maret 2018 mencapai angka 363 orang. Jumlah itu terdiri atas 161 orang pengidap HIV dan 202 pengidap AIDS.

Jika dilihat dari sebaran penderita berdasarkan profesi, KPA mencatat ada 86 orang penderita yang tidak diketahui profesinya dan 85 orang lain pengidap berstatus wiraswasta.

Mahasiswa menempati urutan ketiga terbanyak yakni sebanyak 32 orang di bawah Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 30 orang dan PNS sebanyak 26 orang.

“Itu angka yang terdata sejak tahun 2001. Ada kecenderungan setiap tahun terus bertambah, meski ada juga yang sudah meninggal dunia,” katanya di Gorontalo.

Tingginya pengidap HIV/AIDS di daerah, membuat KPA harus bekerja keras untuk melakukan konseling dan pendampingan kepada para pengidap.

Menurutnya, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) perlu diberikan semangat dan perhatian agar tetap menjalani hidup seperti orang pada umumnya.

“Mereka sudah cukup menderita dengan penyakitnya. Jangan lagi ditambah dengan perlakuan orang yang cenderung mendiskreditkan dan memusuhi mereka. ODHA bukan berarti dunia sudah kiamat, asal mereka mau sembuh dengan pola hidup sehat, tetap ada harapan hidup,” ujarnya.

Ia berharap agar warga lebih peduli dan membekali pengetahuan pencegahan penyebaran HIV/AIDS.

Langkah pencegahan di antaranya dengan tidak bergonta ganti pasangan, tidak mengonsumsi narkoba serta menggunakan alat kesehatan yang bersih dan steril.

Berdasarkan data KPA Provinsi Gorontalo, Pengidap HIV/AIDS terbesar ada di Kota Gorontalo dengan 141 orang, disusul oleh Kabupaten Gorontalo 73 orang dan Kabupaten Boalemo 48 orang.

Sementara untuk Kabupaten Pohuwato, Bone Bolango dan Gorontalo Utara masing masing 41 orang, 38 orang dan 22 orang. (Ant)

Lihat juga...