Warga Pegantungan Andalkan Air Bersih Bukit Pematang Kubang Pasca Banjir
Editor: Irvan Syafari
LAMPUNG — Pasca banjir yang melanda wilayah Dusun Pegantungan, Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni mengakibatkan material sampah ikut mengotori Sungai Pegantungan hingga masuk ke sumur dalam milik warga.
Selain itu sejumlah warga, yang mengandalkan air bersih dari Bukit Pematang Kubang di sisi timur dusun tersebut, harus mengalami kerusakan selang saluran air akibat terimbas material sampah.
Bahar (37), salah satu warga setempat ia harus menunggu waktu kurang lebih empat hari untuk menguras sumur dalam miliknya yang terimbas rembesan air sungai. Rembesan air sungai tersebut berwarna coklat dan mengakibatkan gatal gatal saat dipergunakan untuk mandi.
“Selama ini warga memang mempergunakan sumber air bersih dari sumur dalam serta mata air bukit pematang kubang. Namun sejumlah saluran air mengalami kerusakan bahkan sebagian selang terseret banjir,” beber Bahar salah satu warga Dusun Pegantungan Desa Bakauheni saat ditemui Cendana News, Jumat (9/2/2018)
Sebelum banjir akibat hujan dan membawa material proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), puluhan warga masih bisa memanfaatkan air sumur untuk mandi.
Namun selama hampir sepekan terakhir air sumur tak bisa dimanfaatkan. Selain lumpur belum sepenuhnya bisa dikuras resapan air membuat keruh air sumur dalam yang dimiliki warga.
Sungai Pegantungan yang semula bersih, kini dipenuhi dengan sampah yang terbawa oleh aliran arus banjir. Sebagian merupakan sampah plastik dan ranting ranting pohon.
Imbasnya sejumlah perahu milik nelayan tersangkut material sampah harus berpindah untuk menghindari lokasi yang memiliki banyak endapan sampah.
“Selain mengakibatkan sampah di sungai pasokan air bersih memang terpengaruh sehingga kami terpaksa harus membeli air bersih untuk minum,” tutur Bahar.
Sementra Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Rawat Inap Bakauheni, dr. Paul Neman menyebut sudah berkoordinasi dengan posko kesehatan desa yang ada di dusun tersebut.
Salah satu antisipasi yang harus dilakukan pasca banjir pada Rabu (7/2) menangani penyakit pasca banjir, seperti gatal-gatal dan diare.
Paul mengaku sudah melakukan pemeriksaan awal kepada sejumlah warga terimbas banjir meski sebagian hanya mengalami gejala mual mual, hipertensi.
Berbagai jenis obat obatan telah disediakan di Poskesdes untuk warga yang mengalami keluhan pasca banjir, sekaligus himbauan agar menjaga sanitasi lingkungan terutama air.
“Kita anjurkan warga terutama anak anak agar tidak bermain di areal yang terimbas banjir dan kita anjurkan selalu mempergunakan air bersih,” papar Paul.
Dengan kondisi cuaca kerap berpotensi hujan dan banjir, ia menghimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan. Ia menyebut akan membagikan bubuk abate untuk menghindari berkembangnya nyamuk demam berdarah selama musim hujan.