Kasus Rabies Juga Terjadi di Kota Maumere

Editor: Irvan Syafari

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Drh. Maria Margaretha Siko,MSc./Foto: Ebed de Rosary

MAUMERE — Kasus gigitan anjing akibat penyakit rabies di Kabupaten Sikka masih terus terjadi. Kasus ini bukan saja terjadi di desa-desa, namun juga di Kota Maumere. Masyarakatnya masih banyak memelihara anjing sebagai hewan penjaga rumah serta dipergunakan saat berburu rusa atau babi hutan.

“Memang benar kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Sikka masih terus terjadi. Bahkan di Kota Maumere saja dalam tahun 2017 saja masih ada kasus gigitan anjing rabies pada manusia,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Drh. Maria Margaretha Siko, MSc, Jumat (9/2/2018).

Dikatakan Maria, untuk tahun 2017 terdapat 11 kasus gigitan anjing rabies yang terjadi, di mana di Kecamatan Alok dan Alok Timur yang masuk wilayah Kota Maumere masing-masing terdapat 2 kasus gigitan anjing rabies.

“Memang petugas kami serba salah juga. Saat sosialisasi masyarakat bersedia anjingnya divaksin, namun saat petugas turun ke lapangan mau melakukan vaksinasi massal mereka tidak bersedia,” tuturnya.

Pada 2017 kemarin pun lanjut Maria, petugas dari bidang Kesehatan Hewan yang turun mengambil sampel kepala anjing yang disembelih masyarakat dan diuji di laboratorium ternyata masih ada yang sudah tertular virus rabies.

“Saat kasus gigitan anjing rabies meningkat masyarakat ramai-ramai datang ke kantor kami minta anjingnya divaksin. Tapi ketika kasusnya menurun masyarakat tidak mau anjingnya divaksin meski virus rabies masih menyebar,’ ungkapnya.

Sekertaris Komite Rabies Flores dan Lembata dr. Asep Purnama kepada Cendana News mengatakan, sama seperti manusia, anjing juga tidak ingin tertular rabies. Anjing ingin hidup sehat dan bahagia bersama sang pemilik yang bertanggungjawab dan menyayanginya.

Pemilik anjing sebut Asep harus memberikan makanan sehat dan memberikan vaksin rabies agar terhindar anjing tersebut bisa terhindar dari virus mematikan ini. Jadi kepada siapa kita geram?  Tentu saja para pemilik anjing yang harus disalahkan.

“Pemilik anjing menjadi penyebab anjing peliharaannya tertular rabies. Kalau tidak sanggup pelihara anjing, jangan punya anjing, harus tahu diri. Karena keteledoran dan ketidakpedulian oknum pemilik anjing ini yang menyebabkan anjing rabies yang malang ini akan membunuh manusia tak berdosa,” sesalnya.

Untuk Kabupaten Flores Timur tegas Asep, pada tahun lalu ada 3 kasus kematian karena rabies dan tertinggi di Flores dan Lembata.

Flores Timur menjadi tempat awal virus rabies tiba di Flores, sehingga jangan sampai sekarang kasus peningkatan kematian akibat virus rabies juga akan dipimpin oleh Flores Timur lagi.

“Pemimpin daerah harus peduli dan konsen dengan penyakit ini sebab seharusnya mudah untuk dicegah. Kasihan kalau gara-gara anjing tidak divaksin akan menyebabkan manusia yang tidak berdosa meninggal dunia,” tegasnya.

Baliho ajakan perangi penyakit rabies yang terdapat di kantor camat Alok di kota Maumere saat dilakukan vaksin massal terhadap anjing/Foto : Ebed de Rosary.
Lihat juga...