Presiden Bagikan Ribuan KIP di Dharmasraya

Editor: Koko Triarko

Presiden Joko Widodo - Dok CDN

DHARMASRAYA — Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, disambut antusias masyarakat setempat. Presiden didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, sampai di Lapangan Bola Sitiung, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, menggunakan helikopter, berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Kedatangan Presiden ke Dharmasraya diisi dengan pembagian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menurut Menteri Sosial RI, Idrus Marhan, pembagian PKH dan KIP itu merupakan kegiatan perdana Kementerian Sosial pada 2018 ini. “Khusus di Kabupaten Dharmasraya, ada 5.597 PKH yang kita bagikan. Kalau secara keseluruhan di Sumbar pada tahun ini ada 195.623 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan nilai Rp369,7 miliar lebih,” jelasnya, Rabu (7/2/2018).

Di tempat yang sama, juga turut dibagikan KIP untuk siswa/siswi di Dharmasraya sebanyak 1.500. Namun, secara keseluruhan di Sumatera Barat KIP akan dibagikan sebanyak 471.498 siswa/siswi dengan nilai Rp238.7 miliar lebih.

Para pelajar di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, yang merupakan penerima KIP yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo/Foto: M. Noli Hendra

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo berpesan kepada KPM dan siswa/siswi untuk memanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran bantuan yang diberikan tersebut. “KIP itu untuk kebutuhan anak-anak yang sekolah, bukan untuk beli pulsa. Kalau buat beli pulsa, dicabut saja KIP-nya,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo juga meminta kepada para penerima PKH untuk menggunakannya sebagai kebutuhan rumah tangga, terutama untuk gizi anak. Bukan malah untuk membeli rokok Si Bapak.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga membagikan tiga sepeda untuk masyarakat yang mampu menjawab tantangan yang diberikan Presiden Joko Widodo.

Tantangan pertama, seorang bapak mampu menjawab tantangan dari Ppresiden, yakni menyebutkan Pancasila. Lalu, juga meminta kepada seorang ibu rumah tangga menyebutkan tujuh nama ikan laut dan ikan air tawar. Selanjutnya juga meminta seorang pelajar menampilkan atraksi silat.

Lihat juga...