Menag Tekankan Lima Hal dalam MTQ Nasional 2020 di Sumbar
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PADANG — Menteri Agama RI Jenderal Purn Fachrul Razi resmi meluncurkan MTQ Tingkat Nasional XXVIII. Peluncuran itu dilakukan secara virtual yang disaksikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat serta Bupati dan Wali Kota di Hotel Inna Padang, Selasa 28 Juli 2020.
Dalam sambutannya, Fachrul Razi menyampaikan pelaksanaan MTQ Nasional bukanlah sebuah ajang kontestasi, tapi harus bisa memaknai kandungan Al Quran. Sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada peserta, maupun kepada masyarakat umum yang menyaksikan.
“Semoga penyelenggaraannya nanti berjalan aman dan sukses,” katanya, Selasa (28/7/2020).
Fachrul Razi berpesan, setidaknya ada lima hal yang harus dilakukan, yaitu pertama, seluruh pihak harus berkomitmen penuh menerapkan protokol kesehatan di semua lini. Aspek regulasi dan anggaran untuk memastikan hal itu menjadi prioritas utama.
Kedua persoalan fisik dan non fisik seperti kesiapan kafilah, dewan hakim dan lainnya harus disiapkan sesuai kondisi.
Tiga, anggaran dari APBN APBD atau pihak ketiga harus transparan agar tidak menimbulkan kesulitan dalam pertanggungjawaban, ujarnya.
Empat, ujar Menag setiap daerah berlomba dengan kemampuan sendiri, tidak ada peserta dari luar daerah untuk meraih kejayaan semata. Untuk memastikannya telah digunakan aplikasi e MTQ.
Terakhir, Fachrul Razi berharap pelaksanaan MTQ XXVIII dapat mengangkat dan membangkitkan syiar Islam yang rahmatan lil alamin.
Seentara itu, Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Ketua LPTQ Nasional, Kamaruddin Amin dalam laporannya mengatakan peluncuran MTQ Nasional hari ini adalah bentuk publikasi kesiapan Sumatera Barat melaksanakan agenda tersebut meski di tengah pandemi Covid-19.
“Kami berkomitmen untuk mensukseskan MTQ Nasional XXVIII dengan perencanaan yang antisipatif dan penerapan protokol kesehatan,” ungkap dia.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menjelaskan pada MTQ ini diperkirakan peserta mencapai 1.924 orang. Peserta itu meliputi delapan kategori yakni Seni Baca Al-Qur’an (tilawah), Qiraah Sab’ah, Hifzhil Qur’an, Tafsir, Khatil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syahril Qur’an, dan lomba menulis makalah ilmiah Al Qur’an yang nantinya akan dilaksanakan pada 12-21 November 2020
Ia berharap pelaksanaan MTQ Nasional akan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebab, peserta MTQ Nasional akan datang dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Kita harus memperhatikan protokol kesehatan untuk antisipasi penyebaran virus corona di setiap kegiatan. Jangan sampai ajang MTQ ini menjadi klaster baru Covid-19 di Sumatera Barat,” tegas dia.