BPBD Sikka Perbaiki 408 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pemerintah kabupaten Sikka melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sikka bekerja sama dengan Petugas Siaga Bencana (Tagana) Sikka, melakukan perbaikan terhadap ratusan rumah yang rusak akibat bencana angin puting beliung.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat dan kepala desa, bahwa angin kencang tersebut merusak rumah warga, petugas kami langsung ke lapangan dan melakukan pendataan, selain laporan resmi dari desa. Kami juga melakukan perbaikan kerusakan tersebut,” kata Kepala BPBD Sikka, Drs. Muhammad Daeng Bakir, Rabu (7/2/2018).

Dikatakan Daeng Bakir, untuk kerusakan berat pihaknya akan menanggulanginya menggunakan dana tanggap darurat, di mana hanya menyediakan bahan bangunan saja, sementara perbaikannya menjadi tugas pemilik rumah tersebut.

Kepala BPBD kabupaten Sikka, Drs. Muhammad Daeng Bakir -Foto: Ebed de Rosary

BPBD Sikka juga memberikan bantuan sementara berupa bahan makanan dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Sementara bantuan beras dan bahan makanan lain serta pakaian diberikan oleh dinas sosial kabupaten Sikka.

“Berdasarkan rekap data resmi yang masuk hingga kemarin, memang banyak rumah yang rusak. Banyak kepala desa yang terlambat membuat surat laporan terkait jumlah kerusakan, sehingga baru bisa diketahui pasti jumlahnya,”sebutnya.

Angin puting beliung ini, terang Daeng Bakir, membuat banyak rumah yang atapnya dari seng terbang terbawa angin. Angin juga membuat banyak pohon tumbang dan menindis rumah warga.

Kerusakan biasanya terjadi pada pemukiman yang berada di wilayah ketinggian, di mana tersebar di kecamatan Paga, Mego. Magepanda, Talibura dan Mapitara. Selain rumah, tanaman pertanian dan perkebunan milik warga juga rusak.

“Angin puting beliung sejak 27-29 Januari ini menyebabkan 228 rumah rusak berat, 27 rumah rusak sedang dan 153 rusak ringan. Juga menyebabkan 117 bangunan dapur rusak berat, 13 rusak sedang  dan 17 dapur lainnya rusak ringan,” bebernya.

Ada juga fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Polindes, serta sejumlah bangunan sekolah yang mengalami rusak sedang. Ada satu sekolah, yakni SMPN 1 Reroroja yang atapnya terbang terbawa angin, termasuk 3 ruang kelas yang sedang dibangun.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistisk BPBD Sikka, Drs. Bakri Kari, kepada Cendana News di kantor BPBD Sikka, menjelaskan, pihakanya setelah mendapat laporan warga langsung turun ke lokasi kejadian dengan membawa serta bantuan seperti bahan makanan dan perlengkapan rumah tangga.

Bila terjadi kerusakan, pihaknya segera melakukan perbaikan bekerja sama dengan Tagana Sikka, dibantu masyarakat untuk kerusakan ringan. Semua bahan bangunan ditanggung oleh BPBD Sikka yang diambil dari dana tanggap darurat. Saat ini sedang menunggu pencairan dana tambahan sebesar 900 juta rupiah dari BNPB.

“Petugas kami yang turun ke lokasi tidak bisa hanya melakukan pendataan saja, sebab kami juga harus memberikan bantuan, baik bahan makanan, mengevakuasi warga dan melakukan perbaikan rumah yang rusak,” terangnya.

Lihat juga...