Petugas Puskesmas Periksa Kesehatan Warga Terdampak Banjir Sungai Pegantungan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG– Pascabanjir yang melanda wilayah Dusun Pegantungan, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap Bakauheni melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak banjir di wilayah tersebut.

Dokter Paul Neman, selaku Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap, mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga medis, meliputi pemeriksaan tekanan darah serta pemeriksaan anak-anak yang ada di wilayah tersebut.

Paul Neman menyebut, dampak banjir yang kerap melanda wilayah tersebut biasanya berupa penyakit gatal gatal,muntah, mencret serta penyakit demam. “Kami lakukan pemeriksaan kepada puluhan warga terdampak banjir. Tahap awal, banyak warga mengeluhkan masuk angin dan gatal-gatal, terutama anak-anak,” terang Dokter Paul Neman, Rabu (7/2/2018).

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan obat-obatan sesuai penyakit yang dikeluhkan. Berdasarkan pemeriksaan, Paul Neman menyebut dominan warga mengeluhkan hipertensi, terutama warga usia dewasa, sementara anak-anak sebagian menderita mencret dan gatal-gatal.

Dokter Paul Neman, Kepala UPT Puskesmas Bakauheni. [Foto: Henk Widi]
Salah satu anak, bernama Mahardika (8), mengalami mencret dan langsung mendapat penanganan dari petugas Puskesmas, dengan pemberian obat. Selain gejala gatal-gatal serta penyakit lain, sebagian warga yang kurang tidur akibat berjaga mengantisipasi banjir susulan mengeluhkan pusing-pusing.

Pascabanjir tersebut, Paul Neman mengimbau, kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga stamina tubuh. Dengan keberadaan Puskesdes yang dilayani oleh bidan desa, ia juga berharap warga bisa memeriksakan kesehatannya pascabanjir.

Ia juga mengimbau, agar para orang tua melarang anak-anaknya bermain di sekitar rumah yang tergenang air. “Warga juga kami imbau untuk tidak bermain di area dekat sungai, karena sampah-sampah terbawa arus sungai, di antaranya kaca dan kawat yang membahayakan,” terangnya.

Ia berharap, dalam kondisi darurat, warga tetap berkoordinasi dengan pihak aparat desa dan Puskesmas Bakauheni untuk penanganan segera. Ia pun mengaku sudah memerintahkan bidan desa untuk bersiaga selama 24 jam mengantisipasi banjir susulan.

Selain UPT Puskesmas Rawat Inap Bakauheni, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan dipimpin Kepala Seksi Logistik, Slamet,  melakukan peninjauan ke lokasi banjir.

Slamet menyebut, berdasarkan pemeriksaan, meski ada 12 rumah terdampak banjir, namun tidak ditemukan kerugian material. Selain di Dusun Pegantungan, tim BPBD Lamsel juga akan melakukan peninjauan ke lokasi banjir di Dusun Belebug, Desa Totoharjo.

“Pada pemeriksaan tahap awal, kita periksa setiap rumah terdampak banjir meski tidak terjadi kerusakan yang cukup besar dan akan kita laporkan ke bupati termasuk upaya untuk normalisasi sungai,” terang Slamet.

Berdasarkan data di Dusun Belebug, tercatat dua rumah semi permanen terdampak banjir dan akan dilakukan pendataan. Ia mengatakan, BPBD menyediakan call center di nomor 0727 322244 untuk melaporkan kejadian bencana alam yang terjadi.

Lihat juga...