PSSI DIY Terancam ‘Bubar’
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Kisruh kepengurusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY kian pelik. PSSI DIY terancam bubar setelah ditinggal wakil ketua umum dan tiga anggota komite eksekutif (Exco). Guna menyelamatkannya, Komite Pemilihan (KP) terus melakukan lobi.
Ketua KP Asprov PSSI DIY, Armando Pribadi, mengungkapkan, hasil lobi yang dilakukan timnya mulai menemukan titik terang. “Kamis (8/2/2018) malam kami gelar rapat kembali dan Insya Allah semua anggota exco hadir tanpa kecuali,” ucap Armando, Rabu (7/2/2018).
Gejolak di tubuh Asprov PSSI DIY berawal dari pengunduran Waketum, Dwi Irianto. Pria yang akrab disapa Mbah Putih mundur dengan alasan ingin fokus pada tugas di Komisi Disiplin PSSI pusat. Situasi makin runyam setelah anggota exco, HR Gutoyo, Sukoco dan Bagus Nur Edy Wijaya juga ikut mundur.
Bahkan, HR Gutoyo dalam surat pengunduran dirinya menyebutkan alasan yang lebih spesifik. Pria yang telah lama aktif dalam kepengurusaan sepakbola ini menyebut, Ketua Umum Bambang Giri Dwi Kuncoro tidak memiliki visi misi dalam mengelola Asprov PSSI DIY, sehingga membuat kondisi internal Asprov tak kondusif.
“Memang exco sejauh ini baru dua orang yang mengajukan pengunduran diri secara resmi, Pak Sukoco dan Pak Gutoyo. Sedangkan Pak Bagus baru lisan saja karena urusan keluarga,” terang Armando.
KP sejatinya sudah menggelar rapat bersama exco di Sekretariat PSSI DIY, Baciro, pekan lalu. Namun, rapat berujung deadlock. “Setelah rapat itu langsung menemui anggota exco yang mundur. Kami lakukan pendekatan, lobi-lobi dan meminta mereka untuk hadir dalam rapat berikutnya,” kata Armando.
Armando menegaskan, upaya lobi yang diambil KP, karena tidak terlepas dari deadline yang diberikan PSSI pusat kepada Asprov PSSI DIY untuk segera menyelesaikan kisruh di internal kepengurusannya.
“Kami hanya sebagai penengah saja, karena diberi waktu (PSSI) sampai Februari ini sudah harus selesai permasalahan internal di PSSI DIY,” pungkasnya.