Perkuat Daya Saing, Indonesia Butuh Center Naturalisasi

Ilustrasi basket- Dokumentasi CDN

JAKARTA – Indonesia butuh keberadaan pemain center naturalisasi untuk menghadapi persaingan di Asian Games 2018. Hal tersebut diungkapkan Pelatih Tim Nasional Bola Basket Putra Indonesia Fictor Roring usai kekalahan timnya dari India pada turnamen uji coba menjelang Asian Games 2018, Jumat (9/2/2018).

“Kita memang butuh naturalisasi. Lihat saja pemain tertinggi India 218 centimeter, lebih tinggi 18 centimeter dari Dodo,” ujar Fictor usai mendampingi timnya bertanding kontra India di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dodo panggilan dari center timnas Indonesia Christian Ronaldo Sitepu adalah pemain tertinggi di skuat Indonesia. Bersamanya ada pemain center lainnya Adhi Pratama. Tercatat hanya keduanya dari pemain timnas Indonesia yang tinggi badannya mencapai 200 centimeter. Sementara India tercatat memiliki empat pemain berpostur setidak-tidaknya 200 centimeter. Pemain dengan postur tertinggi yaitu center Satnam Singh Bhamara (218 centimeter).

Dengan kondisi seperti itu, Indonesia tampak kesulitan menembus paint area India ketika kedua tim berhadapan. Dengan kondisi tersebut pemain Indonesia terpaksa mengandalkan tembakan-tembakan tiga angka. Dengan pemain-pemain besarnya, di partai hari kedua turnamen uji coba jelang Asian Games 2018, India makin solid dalam bertahan dan membuat 42 kali defensif rebound. Sementara Indonesia hanya mampu melakukan 33 kali defensif rebound.

Indonesia pun mencoba menggempur dengan 42 kali tembakan tiga angka sepanjang laga, lebih banyak 17 lemparan dari India. Meski demikian pada akhirnya Indonesia takluk 55-66.

Dalam kesempatan yang sama, center Indonesia Christian Ronaldo Sitepu juga setuju bila tim Merah Putih memiliki center naturalisasi. Menurut dia, selain bisa meningkatkan daya saing timnas Indonesia di Asia, keberadaan pemain naturalisasi juga bisa membuat pemain lainnya lebih baik. “Dari postur kita memang kalah dibandingkan pemain Asia lainnya. Pemain-pemain Indonesia juga kurang pengalaman bertanding di laga-laga berkualitas tinggi. Jadi saya setuju jika ada center naturalisasi untuk kebutuhan tim,” kata Dodo.

Dari turnamen uji coba bola basket jelang Asian Games 2018, Indonesia sudah memetik satu kemenangan dari dua laga. Sebelum kalah dari India, pada Kamis (8/2/2018) Indonesia menang dari Timor Leste dengan skor 135-30.

India, pada hari pertama, Kamis (8/2/2018), takluk dari Thailand 72-79 sebelum menang atas Indonesia. Berikutnya di hari ketiga, Sabtu (10/2/2018), digelar pertandingan Indonesia versus Thailand mulai pukul 19.30 WIB. Indonesia harus menang dari Thailand, yang sudah menang dua kali masing-masing dari India dan Timor Leste, demi membuka kesempatan menjadi juara. Partai penentuan itu akan didahului laga India kontra Timor Leste yang dimulai pada pukul 16.30 WIB.

Meski mengalami kekalahan, Fictor Roring memuji penampilan anak asuhnya pada hari kedua turnamen uji coba jelang Asian Games 2018. “Saya puas dan bangga kepada para pemain. Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana anak-anak bermain. Usaha mereka baik sekali,” ujar Fictor.

Pelatih yang akrab disapa Ito ini menambahkan, India memang sulit ditaklukkan. Indonesia terakhir kali menang dari tim Negeri Bollywood pada 2011 saat Kejuaraan Asia FIBA dan setelah itu tidak pernah terulang lagi sampai sekarang. Postur pemain India yang lebih besar dan lebih tinggi dari Indonesia dianggap sebagai faktor penyulit. (Ant)

Lihat juga...