Nelayan Pulau Tawabi Harapkan Bantuan Kapal Ikan
TERNATE – Para nelayan di Pulau Tawabi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara mengharapkan bantuan kapal ikan dari pemerintah daerah untuk memudahkan mereka mencari ikan di laut.
“Mayoritas penduduk di Pulau Tawabi adalah nelayan, tetapi selama ini tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah daerah, khususnya dalam pemberian bantuan kapal ikan,” kata seorang nelayan dari Pulau Tawabi, Caco Subur di Ternate, Selasa.
Para nelayan di pulau itu selama ini menangkap ikan menggunakan perahu katinting (perahu mesin tempel), yang hasilnya tidak seberapa karena hanya bisa menjangkau perairan dekat pantai. Selain itu ada pula yang menangkap ikan menggunakan bagang, tetapi jumlahnya terbatas.
Menurut dia, sebagian nelayan di Pulau Tawabi mengoperasikan kapal ikan inka mina dari Kota Tidore Kepulauan, yang pembagian hasilnya dinilai tidak adil, karena pemilik kapal mendapat dua bagian, sedangkan mereka hanya satu bagian.
Contohnya jika penghasilan sekali melaut mencapai Rp30 juta maka pemilik kapal mendapat bagian Rp20 juta dan yang mengoperasikan kapal ikan Rp10 juta untuk seluruh anak buah kapal (ABK) 15 orang.
“Kami berharap nelayan di Pulau Tawabi bisa mendapatkan bantuan kapal, seperti kapal ikan inka mina yang bobotnya 30 GT ke atas, karena nelayan di pulau itu umumnya pemancing ikan cakalang dan ikan tuna yang membutuhkan kapal ikan seperti itu,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut, M Buyung Rajilun mengatakan, Pemprov Malut akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan di daerah ini, di antaranya dengan memberikan bantuan sarana penangkapan ikan, seperti kapal ikan dan bagang ikan.
Pada 2018 ini, Pemprov akan memberikan bantuan 35 kapal ikan, terdiri atas 32 kapal ikan berbobot 3 GT dan 3 kapal ikan berbobot 10 GT kepada nelayan di sepuluh kabupaten/kota di daerah ini. (Ant)