Lombok Barat Perbanyak Jumlah Puskesmas

Ilustrasi gedung Puskesmas – Dokumentasi CDN

LOMBOK BARAT – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) memperbanyak jumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Kegiatan yang digelar rutin dari tahun ke tahun tersebut dalam rangka meningkatkan pelayanan medis bagi warga perdesaan.

“Pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus dan prioritas Pemkab Lombok Barat, selain pemerataan infrastruktur jalan dan pendidikan,” kata Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, pada peresmian Pos Kesehatan Desa (Poskesdesa) Dusun Wadon, Desa Kekait, Gunungsari, Senin (12/2/2018).

Saat ini jumlah puskesmas di Lombok Barat ada 19 unit dan tersebar di 10 kecamatan. Dinas Kesehatan akan membangun lagi dua puskesmas pembantu (pustu), yakni di Desa Montong Are, Kecamatan Lingsar, dan Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari.

Selain itu juga, akan dilakukan rekonstruksi beberapa pustu, seperti Pustu Sandik, Dasan Geria, Golong, Kuripan Utara dan Ganjar serta satu poskesdes di Desa Eyat Mayang, Kecamatan Lembar. “Semua itu dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan ke seluruh masyarakat secara merata yang dimulai dari tingkat dasar,” tambahnya.

Selain pembangunan pusat layanan kesehatan, Pemkab Lombok Barat juga terus melakukan pembenahan kualitas layanan di masing-masing pusat layanan. Misalnya di Puskesmas Gunungsari yang dinilai memiliki pelayanan terbaik di Lombok Barat. “Semoga pada 2018, Puskesmas Gunungsari memperoleh status akreditasi paripurna di bidang pelayanan. Jika itu didapat maka bisa saja sebanding dengan pelayanan di hotel bintang lima,” ucapnya pula.

Fauzan juga menargetkan pada 2018, status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Awet Muda Narmada, bisa ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D. Jika tercapai, maka rumah sakit tersebut akan menjadi rumah sakit rujukan bagi puskesmas yang ada di sekitar wilayah Lombok Barat bagian timur.

“Begitu juga dengan RSUD Patut Patuh Patju yang baru saja meraih akreditasi paripurna. Kita targetkan pada 2019 sudah bisa naik kelas menjadi tipe B,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...