Desa Mandiri Lestari, Berdayakan Warga Krambil Sawit
Editor: Satmoko
YOGYAKARTA – Meski tergolong sebagai salah satu desa miskin dan tertinggal, Desa Krambil Sawit, Saptosari, Gunung Kidul memiliki sejumlah potensi luar biasa yang bisa dikembangkan.
Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Krambil Sawit, Antono Putra, menyebut, potensi terbesar Desa Krambil Sawit ada di sektor pariwisata. Hal itu dikarenakan di wilayah Desa Krambil Sawit terdapat sejumlah pantai eksotik, di antaranya Pantai Ngeden, Pantai Butuh, Pantai Golangak, dan Pantai Ngluwun.
“Pantai Ngeden bahkan sudah dikelola oleh Dinas Pariwisata. Setiap akhir pekan atau masa liburan, banyak wisatawan berkunjung. Bahkan pada libur tahun baru kemarin sedikitnya 5000 orang wisatawan datang,” katanya.
Meski mulai ramai, namun dampak potensi pariwisata itu sampai saat ini belum banyak dirasakan masyarakat. Dari retribusi yang masuk, Desa Krambil Sawit hanya mendapat sekitar 25 persen saja. Itu pun masih dibagi lagi separuhnya untuk keperluan operasional.

“Dari pengelolaan parkir, pihak desa juga tidak dapat hasil, karena masuk ke kecamatan. Hanya sebagian kecil warga saja yang mendapat hasil dengan berjualan dan membuka warung di sekitar pantai. Itu pun masih belum tertata,” katanya.
Selain potensi pariwisata, Desa Krambil Sawit sebenarnya juga memiliki potensi lain di bidang pertanian. Khususnya dalam memproduksi singkong atau ketela. Berton-ton singkong dihasilkan petani Krambil Sawit setiap musim panen. Sayangnya, nilai jual hasil pertanian tersebut sangat kecil karena langsung dijual dalam bentuk produk mentah.
“Petani kita sebenarnya memiliki produksi ketela yang sangat besar. Hanya saja setiap musim panen harga ketela selalu jatuh. Hanya Rp1000 per kilogram. Sementara sebagian besar warga belum mampu mengolah ketela menjadi produk olahan, sehingga tidak banyak memberikan keuntungan,” katanya.
Dengan adanya program Desa Mandiri Lestari dari Yayasan Damandiri, Antono berharap agar warga dapat lebih diberdayakan sehingga mampu terlibat dan ikut merasakaan manfaat ekonomi dari sejumlah potensi yang ada di Desa Krambil Sawit. Dengan begitu warga tidak sekadar menjadi penonton di desanya sendiri.
“Dengan adanya program Desa Mandiri Lestari seperti Gerobak Rakyat, warga akan bisa ikut berjualan di lokasi wisata, sehingga penghasilan mereka ikut meningkat. Lalu dengan berbagai pelatihan dan pemberian modal lewat program Tabur Puja, warga juga bisa memulai membuka usaha seperti misalnya olahan ketela dan sebagainya,” katanya.
Sebagai penerima program Desa Mandiri Lestari ke 5 yang ada di Provinsi DIY, Desa Krambil Sawit nantinya akan mendapatkan sejumlah program pengentasan kemiskinan dari Yayasan Damandiri. Di antaranya program bedah rumah dengan pendirian warung, program Gerobak Rakyat berupa pemberian gerobak untuk wirausaha, hingga program kredit Tabur Puja sebagai pemberian pinjaman modal usaha.
“Kita berharap adanya program Desa Mandiri Lestari ini dapat menjadi momentum untuk bersama-sama mengatasi persoalan kemiskinan di Desa Krambil Sawit. Baik itu pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten,” katanya.