BNPT Minta Teroris Jangan Distigmakan ke Agama Tertentu

Ilustrasi - Aparat Densus 88 - Dok: CDN

PADANG – Masyarakat diminta untuk tidak memberikan stigma bahwa teroris identik dengan agama tertentu. Hal tersebut menjadi harapan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius menyebut, terorisme seharusnya distigmakan sebagai tindakan untuk menciptakan ketakutan. “Jangan stigmakan teroris kepada agama apapun, yang bertujuan menciptakan ketakutan adalah terorisme,” kata Suhardi di Padang, usai memberikan kuliah umum di Universitas Andalas, Jumat (2/2/2018).

Hanya saja disebutnya, secara kebetulan pelaku teror adalah mereka yang menyimpang dalam menafsirkan ajaran agama. Namun dalam Islam disebut Suhardi tidak ada satupun ajaran mengenai kekerasan.  Kalau ada yang mencap orang bertakbir adalah radikal maka hal tersebut harus melihat kontennya terlebih dahulu. “Takbir untuk kebaikan itu boleh, tapi kalau untuk berbuat tidak benar itu yang tidak boleh,” katanya.

Suhardi mengaku tidak sependapat dengan pihak yang menyatakan takbir adalah radikal. Islam disebutnya, tidak pernah mengajarkan kekerasan dan stigma yang ada membuat sulit dalam melakukan pemberantasan teroris.

Pada sisi lain Suhardi berpesan kepada para mahasiswa di Tanah Air agar senantiasa menjaga idealisme dan tidak mudah terpengaruh radikalisme. Para mahasiswa hari ini adalah masa depan Indonesia di masa yang akan datang. “Oleh karenanya mereka harus dijaga agar tetap terpelihara idealismenya dan tidak mudah dirasuki paham yang menyesatkan,” tandasnya.

Mahasiswa diminta untuk membekali diri dengan akhlak dan moral yang baik. Hal tersebut akan membantu untuk memfilter informasi yang diterima. “Mahasiswa harus cerdas, apalagi saat ini semua pegang gawai, lewat itu radikalimes bisa disebarkan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...