Temu Kerja Damandiri, Evaluasi Desa Mandiri Lestari

JAKARTA – Momen Ulang Tahun ke 22 Yayasan Damandiri menjadi begitu penting karena juga menandai telah dilaksanakannya program Desa Mandiri Lestari sejak satu tahun lalu.

Menurut Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, temu kerja sebagai bagian rangkaian ulang tahun yang berlangsung pada 16 hingga 18 Januari 2018 bertempat di Swiss Bell Hotel Jakarta adalah membahas dan mengevaluasi program Desa Mandiri Lestari (DML) yang sudah berjalan selama 1 tahun.

Mulai dari monitoring, pendataan yang up to date, kebijakan program Desa Mandiri Lestari di bidang ekonomi, menjabarkan atau memperkenalkan produk unggulan dan pemasaran, hingga laporan dari para penanggung jawab Desa Mandiri Lestari.

Desa Mandiri Lestari sendiri merupakan program Yayasan Damandiri yang cakupannya lebih luas dibandingkan dengan program sebelumnya, seperti Posdaya. Program Desa Mandiri Lestari ini bertujuan agar perekonomian keluarga miskin berubah menjadi sejahtera dan mandiri, tanpa adanya bantuan atau selalu dibantu oleh siapa pun. Baik melalui lembaga tertentu maupun dari pemerintah.

Sejauh ini, Yayasan Damandiri mengusung konsep mengentaskan kemiskinan, menjadikan keluarga miskin sejahtera dan mandiri dengan melakukan pendataan keluarga atau masyarakat miskin di beberapa desa.

“Untuk saat ini, beberapa daerah seperti Desa Pesantunan merupakan daerah paling miskin. Desa lainnya seperti Madura, Trirenggo, Samiran, dan Argomulyo, merupakan wilayah yang sedang dalam proses menjadi Desa Mandiri Lestari. Tentu saja dengan komitmen bersama dari pemerintah daerah setempat dan masyarakat,” jelas Subiakto, belum lama ini.

Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaya. Foto: Muhammad Fahrizal

Menurut Subiakto pula, yang terpenting dari program Desa Mandiri Lestari adalah mengakomodasi keinginan masyarakat miskin serta potensi-potensi usaha dari masyarakat tersebut. Misalnya daerah itu merupakan daerah subur beras, yang satunya lagi daerah singkong atau daerah wisata, potensi daerah itu yang menjadi skala prioritas Yayasan Damandiri untuk dikembangkan.

Adanya program Desa Mandiri Lestari adalah juga melakukan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan juga mampu memotivasi masyarakat untuk bangkit dan membangun. Jika memang pada awalnya dibantu pemerintah ataupun dibantu Yayasan Damandiri, tidak menjadi masalah. Selanjutnya, yang diinginkan Damandiri adalah dapat terus melihat semangat masyarakat untuk membangun. Langkah pertama adalah menciptakan harapan. Dengan adanya harapan, tentu ada keinginan untuk maju dan berkembang serta berubah.

“Evaluasi yang didapatkan dari temu kerja tahap pertama dalam rangka pembangunan Desa Mandiri Lestari sangat bagus. Sudah lengkap pendataan masyarakat berdasarkan nama dan alamat. Kita juga akan fokus pada 25 persen kemiskinan yang telah kita temukan berdasarkan data-data yang sudah kita miliki,” pungkas Subiakto.

Dengan adanya acara temu kerja ini, diharapkan program Desa Mandiri Lestari yang sedang berlangsung membawa dampak perubahan yang sangat bagus bagi masyarakat miskin. Menjadi suatu prestasi yang membanggakan pula dari Damandiri dan selanjutnya menjadi pijakan menjalankan program-program alternatif lainnya.

Suasana Temu Kerja Yayasan Damandiri di Swiss Bell Hotel, 16-18 Januari 2018. Foto: Muhammad Fahrizal

 

 

Lihat juga...