Target Penyaluran KUR 2018 Rp120 Triliun

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2018 sebesar Rp120 triliun. 

“Target KUR Rp120 triliun ini meningkat dibandingkan tahun 2017 yang hanya Rp106, 6 triliun. Jumlah penerima KUR tahun ini ditargetkan 4 juta nasabah,” ungkap Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Yuana Setyawati Basri, pada diskusi “Tantangan Penyaluran KUR 2018” di Gedung Kemenkop dan UKM Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Ia menjelaskan, tingkat suku bunga pinjaman KUR di 2018 ini menurun menjadi 7 persen dari sebelumnya 9 persen (2016-2017). Ada pun penyaluran KUR di 2018 ini akan dilakukan oleh 15 Bank Umum dan Bank Swasta, 19 Bank Pembangunan Daerah (BPD), 4 Lembaga Keuangan Non Bank (IKNB), dan 2 koperasi.

Yuana merincikan, target penyaluran KUR 2018 paling besar BRI dengan jumlah Rp79,7 triliun. Dengan komposisi paling besar,  yakni KUR mikro Rp68.880, Ritel, Rp10,6 triliun dan TKI sebesar Rp224 triliun.

Berlanjut, Bank Mandiri  sebesar Rp14,56 triliun dengan kisaran KUR mikro Rp4, 4 triliun, ritel Rp10 triliun dan TKI Rp11 miliar. Sedangkan BNI sebesar Rp13, 4 triliun dengan rincian KUR Mikro sebesar  Rp3,36 triliun, ritel  Rp9,85 dan KUR TKI Rp224 miliar.

Untuk pencepatan penyaluran KUR 2018  ini, kata Yuana, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) dan stakeholdere. “Bentuk kerja sama dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada UMKM untuk mengakses KUR. Jadi, kami akan merekrut tenaga pendamping dengan target 15 ribu usaha mikro kecil,” ungkap Yuana.

Sedangkan, untuk kegiatan sosialisasi KUR  2018 dilaksanakan di 20 provinsi dengan target 1.000 usaha mikro kecil.

Deputi Direktur Spesialis Penelitian Mikroprudensial Bank Umum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mohamad Miftah (ujung kanan). Foto: Sri Sugiarti.

Pada kesempatan ini, Yuana juga mengungkapkan capaian penyaluran KUR 2017, yakni sebesar Rp96,71 triliun atau 90,7 persen dari target Rp 106 triliun.

Rincian KUR yang disalurkan adalah untuk mikro sebesar 67,4 persen, ritel 32,3 persen dan TKI 0,3 persen dengan tingkat kredit bermasalah atau NPL dan KUR sangat kecil, yakni 0,30 persen.

Ada pun sektor penyaluran KUR ini untuk sektor perdagangan sebesar 58 persen, pertanian 24 persen, jasa 11 persen, pengolahan 5 persen, perikanan 1,6 persen, konsumer 0,005, persen.

Terinci lagi, lanjutnya,  penyaluran KUR, antara lain untuk KUR mikro mencapai Rp65, 17 triliun dengan 3,8 juta debitur, KUR ritel sebesar Rp32,32 triliun dengan 217,1 debitur dan KUR TKI sebesar Rp 329,631 juta dengan 22,663 debitur.

Ada pun perbankan yang paling banyak menyalurkan KUR adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp69,6 triliun dengan jumlah debitur 3.711.704 juta orang. Posisi kedua, Bank Mandiri senilai Rp13,3 triliun,  dengan jumlah debitur 208.058 orang. Kemudian, Bank BNI sebesar Rp9,7 triliun dengan jumlah debitur 60.907 orang,  Bank BCA Rp104,5 miliar dengan jumlah debitur 1.279 orang, dan Bank Bukopin kisaran Rp104,5 miliar dengan debitur 1.279 orang, serta 31 bank lainnya.

Yuana menegaskan, Jawa Tengah masih menjadi wilayah penyerapan KUR tertinggi secara nasional dengan total Rp16,2 triliun. Ada pun Jawa Timur sebesar Rp15,6 triliun, Jawa Barat Rp11,7 triliun, Sumatera Utara Rp3,8 triliun, Bali Rp3,2 triliun, DKI Jakarta  Rp2,8 triliun dan 28 wilayah lainnya.

Dalam kesempatan ini, Deputi Direktur Spesialis Penelitian Mikroprudensial Bank Umum Otoritas Jasa Keuangan ( OJK),  Mohamad Miftah, menambahkan, dari Rp120 triliun  target KUR tahun ini akan diprioritaskan untuk sektor produktif,  yakni sekitar 50 persen atau  meningkat dari tahun lalu yang hanya 40 persen.

“Penyaluran KUR 2018 dengan target Rp120 triliun itu diprioritaskan untuk sektor produktif 50 persen, meningkat dari 2017 yang hanya 40 persen,” kata Miftah.

Ditegaskan dia, bahwa 2018  ini pemerintah juga mengubah pola subsidi bunga KUR. Pada 2007-2014, subsidi bunga diberikan kepada perbankan dengan tingkat suku bunga KUR kepada nasabah sebesar 12 persen. Sementara pada 2015- 2016 subsidi dibayar pemerintah, tetapi pemerintah menurunkan tingkat suku bunga KUR menjadi 9 persen. Pada 2018  ini  suku bunga KUR juga turun menjadi 7 persen.

Lihat juga...