Tahun Ini Damandiri Luncurkan Program Baru ‘Gerobak Rakyat’
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Gerobak Rakyat akan menjadi program terbaru Yayasan Damandiri dalam upaya memberdayakan masyarakat, sekaligus mengentaskan kemiskinan di tingkat desa melalui program Desa Mandiri Lestari.
Untuk pertama kalinya, program Gerobak Rakyat ini akan diujicobakan di Desa Mandiri Lestari Kebonagung, Imogiri, Bantul dan Desa Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul, mulai 2018 ini. Desa Kebonagung dan Krambilsawit merupakan dua dari delapan desa rintisan Desa Mandiri Lestari yang akan dibentuk Yayasan Damandiri sepanjang 2018.
Berdasarkan hasil evaluasi program pada 2017, Yayasan Damandiri memang membuat sejumlah perubahan dalam menjalankan program Desa Mandiri Lestari di 2018, ini. Sejumlah perubahan itu dibuat guna mendorong program Desa Mandiri Lestari, agar dapat berjalan secara lebih efektif, yakni dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di tingkat desa.
Selain menambah besaran jumlah program bedah rumah, Yayasan Damandiri juga menyusun program baru, yakni Gerobak Rakyat.
“Mulai 2018, ini, diawali di Desa Sumberagung dan Krambilsawit. Program bantuan bedah rumah akan diperbanyak dari sebelumnya hanya 10 unit, menjadi sebanyak 30 unit per desa. Setiap rumah yang mendapat bantuan bendah rumah ini juga wajib membuka usaha dengan cara berjualan. Nanti akan dibuatkan warung kecil-kecilan, dan kita bantu pasok barang dagangannya,” kata Kepala Bagian Pembangunan Program Yayasan Damandiri, Mazwar Noerdin, Rabu (31/1/2018).
Sementara itu, program baru ‘Gerobak Rakyat’ akan diberikan kepada 50 warga miskin atau kurang mampu di masing-masing Desa Mandiri Lestari Kebonagung dan Krambilsawit. Juga modal usaha untuk berjualan berbagai macam produk yang menjadi unggulan/kekhasan desa.
“Jumlah penerima program bedah rumah ditambah, karena kalau hanya sepuluh unit saja tidak cukup kuat (untuk mengentaskan kemiskinan di tingkat desa). Sehingga ditambah menjadi 30 unit. Sedangkan warga miskin yang tidak mendapat bantuan program bedah rumah, akan dibantu modal, agar bisa berjualan melalui program Gerobak Rakyat,” katanya.
Baca: 2018, Damandiri Targetkan 16 ‘Desa Mandiri Lestari’
Pelatihan Pendataan Keluarga Awali Pogram Desa Mandiri Lestari di Bantul
Selain dapat memberdayakan warga miskin/kurang mampu di masing-masing desa, dengan jangkauan lebih banyak, adanya penambahan jumlah penerima program bedah rumah serta Gerobak Rakyat itu juga diharapkan dapat semakin menghidupkan koperasi di setiap Desa Mandiri Lestari.
Pasalnya, seluruh dagangan, baik lewat program bedah rumah maupun gerobak rakyat, nantinya akan dipasok oleh koperasi. “Jika warung-warung atau warga yang berjualan semakin banyak, tentu perputaran uang koperasi juga akan semakin besar. Karena nanti semua dagangan akan dipasok oleh koperasi. Dengan begitu, pemasukan dan keuntungan koperasi juga akan meningkat,” katanya.
Sebanyak 50 unit bantuan gerobak rakyat tersebut nantinya akan diberikan oleh Yayasan Damandiri dalam bentuk hibah kepada Koperasi. Sementara, koperasi akan menyalurkan gerobak itu kepada keluarga miskin di desa dalam bentuk pinjaman. Sehingga jika gerobak untuk berjualan itu tidak dimanfaatkan lagi oleh warga penerima bersangkutan, maka akan dialihkan kepada warga miskin/kurang mampu lainnya.
Selain bantuan barang, berwujud warung lewat program bedah rumah, maupun gerobak rakyat untuk berjualan, Yayasan Damandiri juga akan menggelontorkan dana pinjaman modal usaha hingga maksimal senilai Rp2 miliar per desa. Penyaluran bantuan pinjaman modal usaha itu dilakukan melalui koperasi dan Unit Tabur Puja, secara bertahap, sesuai jumlah kebutuhan per desa.
“Nanti kita juga akan menggelar pelatihan-pelatihan usaha bagi warga desa, khususnya warga kurang mampu. Termasuk pelatihan bagi guru PAUD, bantuan alat peraga edukatif, hingga bantuan demplot di bidang pertanian, perikanan, atau peternakan sesuai potensi wilayah di masing-masing desa,” pungkasnya.