Suriah Serang Opsisi Moderat di Idlib

ANKARA – Pemerintah Turki menyebut, telah terjadi serangan tentara Suriah kepada pasukan oposisi moderat di Provinsi Idlib pada Selasa (9/1/2018). Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyebut, serangan tersebut menganggu upaya proses politik untuk mendapatkan solusi dari konflik yang terjadi.

Turki telah dengan keras menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad selama perang sipil enam tahun di Suriah. Namun baru-baru ini Turki bekerja sama dengan sekutu Suriah, Rusia dan Iran, untuk menciptakan sebuah resolusi politik dalam konflik tersebut.

Ketiga negara pada tahun lalu untuk mendirikan sebuah zona de-eskalasi di Provinsi Idlib daerah yang dikuasai oleh oposisi dan wilayah sekitarnya. Idlin adalah wilayah yang berbayasan dengan Turki, namun pasukan Suriah telah melakukan serangan di daerah tersebut.

“Pasukan rezim sedang menyerang oposisi moderat dengan alasan bahwa mereka memerangi Nusra (militan Islam). Sikap ini mengganggu proses penyelesaian politik,” tandas Cavusoglu, Selasa (9/1/2018).

Pasukan pemberontak utama di provinsi barat laut Idlib adalah Tahrir al-Sham, yang dipelopori oleh kelompok yang pernah berafiliasi dengan Al-Qaeda di Suriah bernama Nusra Front.

Seorang sumber keamanan Turki mengatakan Ankara sedang memantau perkembangan di Suriah utara dengan seksama. Namun daerah yang tentara Suriah telah rebut kembali letaknya kebanyakan berada di luar zona de-eskalasi.

Turki mengatakan telah mengerahkan pasukan ke titik pengamatan di provinsi Idlib utara, sekitar 60 km utara lokasi serangan tentara Suriah. Sementara Ankara telah melunakkan kritiknya terhadap Assad sejak mulai bekerja sama dengan Rusia. Presiden Tayyip Erdogan bulan lalu menyebut Assad sebagai seorang teroris dan mengatakan bahwa tidak mungkin ada upaya perdamaian Suriah berlanjut di masanya.

Sebelumnya Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) masih sangat prihatin mengenai perlindungan dan kesejahteraan puluhan ribu warga sipil di provinsi Idlib di Suriah Selatan dan Homs di bagian timur-laut Suriah. Sebelumnya permusuhan meningkat di kedua wilayah tersebut.

“Kerusuhan tersebut dilaporkan telah merenggut sejumlah korban jiwa dan cedera dan memunculkan pengungsian di daerah itu,” kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq.

Pada Selasa (2/1/2018), tujuh orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 18 orang lagi cedera, setelah serangan udara dilancarkan ke Kota Kecil Khan Elsobol di Idlib Selatan. Pada hari yang sama, 25 orang dilaporkan cedera dan beberapa toko serta instalasi lain rusak, ketika bom menghantam pasar sayur utama di Kota Jisr-Ash-Shugur di pinggir Idlib Barat.

Akibat konflik tersebut, saat ini keperluan dan prioritas yang dibutuhkan meliputi tempat berlindung, makanan, pasokan medis, air dan kebersihan dan bantuan lain kemanusiaan. “PBB dan semua mitranya mengkoordinasikan reaksi kemanusiaan di daerah tersebut melalui operasi lintas-perbatasan dari Turki,” tutup Haq. (Ant)

Lihat juga...