Sosialisasikan Kamtibmas, Polsek Penengahan Sambangi SMAN 1 Penengahan
LAMPUNG – Upaya kepolisian dalam menekan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) terus dilakukan kepolisian sektor Penengahan dengan rutin melakukan sosialisasi terhadap masyarakat ke sejumlah desa melalui sambang desa dan termasuk ke sejumlah sekolah.
Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polsek Penengahan Ajun Inspektur Polisi Dua Nurkholis menyebut, selain melakukan sosialisasi ke sejumlah desa melalui silaturahmi Kamtibmas anggota polsek juga menyambangi sejumlah sekolah.
Aipda Nurkholis menyebut, salah satu sekolah yang disambangi dengan tujuan sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat, salah satunya ke SMAN 1 Penengahan yang berada di Desa Klaten Lecamatan Penengahan.

“Upaya mendekatkan diri polisi dan masyarakat termasuk siswa sekolah terus kami lakukan secara berkala dengan menyambangi desa-desa dan sekolah untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan imbauan kamtimbas,” terang Aipda Nurkholis, selaku Kepala Unit Pembinaan Masyarakat Polsek Penengahan, mendampingi Kapolsek Penengahan AKP Enrico D Sidauruk saat melakukan silaturahmi Kamtibmas ke SMAN 1 Penengahan, Jumat (26/1/2018).
Ajun Inspektur Polisi Dua Nurkholis, selaku kepala unit Bhabinkamtibmas Polsek Penengahan juga didampingi oleh Brigpol Sandy Negara, selaku anggota Bhabinkamtibmas dan anggota Polwan Bripda Depi Sulistiowati, sekaligus memberikan imbauan kepada siswa untuk menjauhi narkoba.

Aipda Nurkholis berharap agar siswa yang berangkat ke sekolah membawa perlengkapan surat-surat kendaraan dan perlengkapan lain seperti spion, helm. Sebab, pihak Satlantas Polres Lampung Selatan akan melakukan tindakan tegas dengan proses tilang, jika tidak lengkap.
Sosialisasi kelengkapan kendaraan tersebut diharapkan akan meningkatkan kesadaran bagi siswa untuk menjaga keselamatan saat berada di jalan raya.
“Selain selalu tertib berlalu-lintas para siswa juga harus menghindari minuman keras dan obat-obatan berbahaya terutama di lingkungan sekolah dan menjaga nama baik sekolah,” tegas Aipda Nurkholis.
Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di sekolah diakui Aipda Nurkholis juga harus selalu dibawa hingga lingkungan masyarakat dengan tidak melakukan kegiatan yang menjaga ketertiban di masyarakat di antaranya tawuran antarpelajar. Selain itu para siswa juga diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah di antaranya pramuka dan organisasi siswa intra sekolah (OSIS).
Kepada ratusan siswa kelas XII dari kelas IPA dan IPS dalam kesempatan tersebut Bripda Depi Sulistiowati, anggota polisi wanita Polsek Penengahan, juga memberikan imbauan kepada para siswa untuk mempersiapkan diri bagi yang memiliki keinginan untuk menjadi anggota Polri.
Bripda Depi menyebut, para siswa yang berniat menjadi anggota Polri dalam penerimaan Polri tahun 2018 ini diharapkan mempersiapkan persyaratan kesehatan jasmani dan rohani serta administratif.
“Syarat-syaratnya bisa diminta ke setiap polsek sembari mempersiapkan kesehatan jasmani, rohani serta syarat administratif untuk penerimaan Polri tahun ini,” beber Bripda Depi Sulistiowati.
Terkait sosialisasi dan kunjungan anggota Polsek Penengahan, mendapat respon positif dari Kuslani, selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan sarana SMAN 1 Penengahan. Ia menyebut, kerap memberi imbauan kepada siswa untuk tertib di sekolah terutama saat membawa kendaraan ke sekolah. Selain itu dengan kehadiran anggota Polsek Penengahan sekaligus memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat termasuk di lingkungan sekolah.
“Imbauan menjaga ketertiban sudah sering kami lakukan namun dengan kehadiran anggota polisi bisa lebih didengar terutama dalam menghindari kenakalan remaja,” terang Kuslani.
Sekolah dengan jumlah kelas sebanyak 10 kelas dan jumlah siswa sekitar 361 siswa tersebut saat ini juga memiliki sejumlah kegiatan ekstrakurikuler untuk memberi kesempatan mengikuti kegiatan positif di antaranya ekstrakurikuler Pramuka, drum band, seni bela diri, palang merah remaja, PIK Remaja, futsal dan sejumlah ekskul lain yang menjadi sarana untuk memperoleh prestasi di tingkat provinsi.
Kedisiplinan juga diterapkan dalam jam belajar dengan masuk ke kelas setiap pagi jam 07:15 diawali dengan kegiatan literasi membaca buku hingga jam pelajaran dimulai, pukul 07:30.
