Sandiaga: Keselamatan Kerja Harga Mati

JAKARTA —- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan pembangunan proyek infrastruktur di wilayah DKI Jakarta semakin hari semakin banyak, maka sering mendengar kecelakaan kerja. Menurutnya pembangunan proyek ini akan terus berjalan pada lima tahun ke depan dan akan lima kali lipat lebih banyak.

Dia berpesan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DKI Priyono untuk memastikan mengubah perilaku dan prosedur para pekerja menjadi budaya keselamatan, kesehatan dan kerja (K3).

“K3 ini harga mati, kita mementingkan safety first. Keselamatan diutamakan. Semakin lama semakin banyak proyek infrastruktur di DKI Jakarta. Semakin sering kita dengar kecelakaan kerja yang menganggu kesehatan dan keselamatan kerja,” kata Sandiaga, Jakarta Timur, Selasa (23/1/2017).

Karena ini kata Sandiaga baru permulaan saja dalam pembangunan infrastruktur secara masif. Sehingga dia gak mau banyaknya kecelakaan. Dia meminta prosedurnya dan perilakunya harus diubah kalau perilaku sudah diubah, safety induction yang paling pertama. Prosedur-prosedur dipastikan pekerja itu enggak kelelahan dan bisa menanamkan budaya K3.

“Kita juga bisa menanamkam budaya K3 dan juga bisa mereduksi dan mengeliminir risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan situasi lapangan kerja,” tuturnya.

Dengan mementingkan keselamatan pekerja, dia juga ingin mencipatakan banyaknya lapangan kerja di Jakarta sesuai janjinya selama kampanye Pemilihan Gubernur 2017.

“Kita harus pastikan keselamatan dan kesehetan pekerja. Saya dapat briefing dari Pak Satya JakPro, bahwa kemarin kecelakaan kerja kebetulan juga di wilayah (Jakarta Timur). Menurut Pak Satya semua prosedur sudah dilakukan. Safety inductionnya sudah dan juga semua dipakai alat pelindung diri (APD),” jelasnya.

Menurut Sandi dalam sejarah pembangunan kontruksi di Indonesia dan di dunia jarang sekali terjadi slippage dari box girder itu. Tetapi, memang musibah tidak boleh menyalahkan siapa-siapa, tapi harus terus melakukam prosedur keselamatan dan induksi. Prosedur harusmenjadi sebuah ekosistem yang mengedepankan keselamatan dan memastikan budaya keselamatan dan kesehatan kerja.

“Alhamdulilah, walaupun ada sebuah anomali yang sebetulnya dalam sejarah pembangunan kontruksi di Indonesia dan dunia jarang sekali terjadi. Tapi memang itu musibah kita tidak boleh menyalahkan siapa-siapa,” ungkapnya.

Sandiaga menganalogikan jatuhnya box girder yang sudah terpasang itu dengan teori angsa hitam atau black swan yang berarti peristiwa langka yang sulit diprediksi.

“Yang terjadi kemarin itu (robohnya box girder LRT) adalah black swan di mana sangat jarang terjadi,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan kecelakaan kerja akibar runtuhnya kontruksi bangunan Light Rapid Tramsit (LRT) yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome di Kayu Putih, Jakarta Timur pada Senin 22 Januari 2017 dini hari.

Akibatnya lima orang terluka akibat tertimpa reruntuhan proyek tersebut yang terjadi sekitar pukul 00.20 WIB.

Korban kontruksi LRT yakni Rois Julianto (27), Wahyudin (18), Abdul Mupit (30), Ahmad Kumaedi (22) yang mengalami luka ringan dan Jamal yang belum bisa dimintai keterangan kerena masih dalam perawatan.

Lihat juga...