Proyek ITF Dinanti Warga Jakarta, Namun Pembahasan Alot
JAKARTA — Pembangunan fasilitas pengolahan sampah DKI Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara yang dahulu digagas era Fauzi Bowo atau Foke bisa dimulai kembali.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan proyek yang dikerjakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan perusahaan Finlandia Fortum tersebut, merupakan jawaban dari keluhan masyarakat terhadap pengelolaan sampah di Ibu Kota. Namun, kesepatan business to business dengan Fortum sempat berlangsung alot.
“Jadi ITF Sunter ini sudah lama ditunggu masyarakat. Sangat berkepanjangan, alot dan sebagainya tentang kesepakatan antara Jakpro yang sudah menerima penugasan dari pemerintah sebelumnya,” kata Sandiaga di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2017).
Kemudian dia telah berkomunikasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terkait Proyek ITF Sunter tersebut. Sehingga Pemprov DKI memberikan tenggat waktu untuk menyelesaikan kesepatan di antara keduanya hingga awal Februari untuk segera melakukan groundbreaking.
“Ini minggu terakhir yang diberikan oleh Pak Luhut kepada kerja sama Jakpro dengan Fortum. Karena minggu depan itu tanggal 1 Februari adalah deadline mereka mencapai kesepakatan tentang permasalahan B to B untuk memulai segera pembangunan ITF Sunter,” ucapnya.
Sandi juga mengaku masih menunggu dan akan menghubungi kantor Menko Maritim. Dia pun setuju mengenai pemberian waktu hingga awal Februari.
Sandi mengaku sudah banyak pihak yang ingin menginventasi menyelesaikan masalah sampah di Jakarta. Tapi, dari pihak Jakpro melaporkan bahwa diskusinya sangat alot. Sehingga Pemprov memberikan tenggatan waktu.
“Banyak sekali yang mau invenstasi mengatasi masalah sampah. Masalah pengelolaan sampah konversi sampah menjadi energi, mengubah sebuah musibah menjadi berkah. Tapi, pihak Jakpro melaporkan diskusi sangat alot. Jadi kita berikan tenggat waktu. Duta Besar Finlandia juga sudah datang. Saya sampaikan kita enggak punya keleluasaan waktu,” ungkapnya.
Menurut dia, saat ini sebanyak 7.000 ton per hari menghasilkan sampah. Sehingga harus cepat ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan masalah. Sandi mengklaim bahwa lahan untuk pembuangan sampah telah siap.
“Karena rakyat Jakarta 7.000 ribu ton per hari menghasilkan sampah dan ini harus cepat ditindaklanjuti. Lahan sudah siap clean and clear, tinggal di pakai. Itu yang utama,” tuturnya.