Penumpang Membludak, Sistem Buka Tutup Diberlakukan di Pelabuhan Bakauheni

LAMPUNG – Lonjakan arus penumpang pejalan kaki dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak terus mengalami peningkatan pada Selasa siang (2/1/2018) mengakibatkan penumpang pejalan kaki menumpuk di area pembelian tiket, ruang tunggu hingga gangway menuju ke kapal roll in roll off (Roro) di dermaga 1, 2, 3 dalam arus balik libur awal tahun.

Akibat membludaknya penumpang pejalan kaki tersebut, petugas dari PT Mata Pencil Globalindo, PT. ASDP Indonesia Persero cabang Bakauheni, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni terpaksa melakukan sistem buka tutup mengurai kepadatan penumpang pejalan kaki.

Sukarno, perwira jaga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Kepadatan arus penumpang pejalan kaki tersebut bahkan mengakibatkan petugas melakukan pengaturan penumpang pejalan kaki di gangway yang akan naik menuju kapal yang sandar di dermaga 1 KM. Mustika Kencana dan KM. Safira Nusantara di dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni.

Kepadatan arus penumpang pejalan kaki dari Pulau Sumatera tersebut diakui oleh Sukarno selaku perwira jaga Kantor KSOP Kelas V Bakauheni yang menyebut lonjakan arus penumpang pejalan kaki sudah terlihat sejak pagi.

“Kedatangan penumpang pejalan kaki dari sejumlah kota di Lampung hari ini terlihat mengalami peningkatan. Demikian juga yang berasal dari Merak terlihat mengalami peningkatan sehingga kita lakukan pengaturan agar lebih lancar di gangway,” terang Sukarno selaku perwira jaga Kantor KSOP Kelas V Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News di sela-sela proses pengaturan penumpang pejalan kaki yang akan turun dari kapal dan akan naik ke kapal di gangway dermaga dua Pelabuhan Bakauheni, Selasa (2/1/2018).

Sukarno menyebut, berkoordinasi dengan beberapa petugas kapal, proses pengaturan dilakukan oleh sebanyak delapan personil KSOP Kelas V Pelabuhan Bakauheni di lobi tiket, gangway dengan melakukan proses penyekatan akibat sebagian penumpang pejalan kaki sudah membludak.

Penumpang yang akan naik ke KM Mustika Kencana dan KM Safira Nusantara disebut Sukarno terhitung sesuai manifest penumpang berjumlah sekitar 500 hingga 600 penumpang pejalan kaki per kapal.

Sukarno menyebut, tidak memberi toleransi manifest penumpang pejalan kaki atau tambahan jumlah penumpang kapal akibat musim liburan. Hampir sebagian kapal pengangkut penumpang pejalan kaki rata-rata memuat sekitar 400 hingga 600 penumpang pejalan kaki. Jumlah tersebut diakuinya belum ditambah dengan penumpang dalam kendaraan sehingga faktor keselamatan lebih diutamakan baik saat di darat maupun di kapal.

“Proses pengaturan di darat terutama di gangway kita lakukan agar penumpang pejalan kaki tidak berdesakan terutama penumpang yang membawa anak-anak kecil,” cetus Sukarno.

Sejumlah penumpang terpaksa menunggu selama satu jam lebih akibat kapal gagal sandar [Foto: Henk Widi]
Ratusan penumpang pejalan kaki yang berada di atas gangway, disebut Sukarno, harus diatur dengan pemisahan penumpang pejalan kaki yang turun dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni dan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Penumpukan penumpang diakui Sukarno juga disebabkan susah sandarnya KM. Safira Nusantara pada saat jadwal pelayanan sehingga penumpang terpaksa dialihkan ke dermaga dua Pelabuhan Bakauheni.

Ia menyebut, khusus di dermaga dua Pelabuhan Bakauheni faktor arus bawah laut di dermaga dua dengan kecepatan arus bawah mencapai 16 knot hingga 18 knot meski pada hari normal arus bawah 6 hingga 10 knot sehingga sejumlah kapal mengalami gagal sandar di antaranya KM Mitra Persada I kandas di dekat Pulau Kelapa, KM Menggala dan KM Safira Nusantara.

Kepadatan arus penumpang pejalan kaki di gangway dan lamanya menunggu waktu naik kapal akibat port time (waktu sandar) lebih lama sehingga penumpang pejalan kaki di gangway sebagian mengeluh dengan lamanya menunggu naik kapal. Sejumlah penumpang pejalan kaki bahkan mulai dipindahkan ke dermaga dua setelah ada keputusan dari petugas termasuk memperhitungkan faktor keselamatan.

Manager Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Sugeng Purwono, menyebut, pada puncak arus balik libur awal tahun berdasarkan data, penumpang pejalan kaki yang sudah menyeberang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa pada Selasa (2/1/2018) berjumlah sebanyak 54.711 dengan rincian sebanyak 13.217 penumpang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan berjumlah 41.494. Sementara total penumpang yang sudah diseberangkan selama dua pekan berjumlah 518.346.

Lonjakan penumpang dengan kendaraan disebut Sugeng Purwono juga terjadi pada pengguna kendaraan roda dua dengan jumlah penumpang sebanyak 4.912 unit, kendaraan roda empat berjumlah sebanyak 4.747 unit, dan bus sebanyak 263 unit.

Sementara dua pekan selama arus liburan kendaraan berbagai jenis yang sudah diseberangkan total berjumlah sekitar 101.315 unit. Pasca mengalami lonjakan, ia menyebut, berdasarkan prediksi sejumlah penumpang pejalan kaki masih akan berangsur berkurang hingga akhir pekan ini.

Ribuan penumpang pejalan kaki menumpuk di gangway dermaga dua Pelabuhan Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...