Pembentukan Tim PSIM Tunggu Kepastian Regulasi
YOGYAKARTA – Manajemen PSIM Yogyakarta akhirnya memberi jawaban atas kegelisahan suporter terkait pembentukan tim. Manajemen memastikan tidak akan membentuk tim sebelum ada kejelasan regulasi kompetisi Liga 2 musim 2018.
Manajer Tim, Agung Damar Kusumandaru, mengatakan, pilihan manajemen bukan tanpa alasan. Manajemen hanya melihat asas manfaat. Manajemen juga tidak ingin pembentukan tim yang dilakukan lebih awal berujung sia-sia, karena ada perubahan regulasi.
“Sekarang ini regulasi kompetisi masih belum jelas. Bagaimana aturan pemain, format kompetisi akan seperti apa, apakah dua wilayah atau jadi satu, semua masih wacana,” ucap Agung Damar, Senin (22/1/2018).
Kepastian terkait kompetisi, kata Agung, akan meringankan beban tim berjuluk Laskar Mataram, termasuk dalam hal pembiayaan. “Musim lalu kami hampir dua bulan membiayai tim, tapi kompetisi ternyata molor. Lagi pula tim yang sudah siap-siap belum banyak. Hanya beberapa yang ikut di Piala Presiden. Jadi, kami tetap menunggu kejelasan regulasinya dulu,” katanya.
Terkait keluhan suporter karena manajemen selalu mempersiapkan tim dalam waktu yang mendekati kompetisi, Agung berkilah operator tidak gegabah. Ia menilai operator kompetisi akan bijak melihat kondisi klub. Karena itu, jika manajer meeting yang direncanakan digelar pertengahan Februari ini, lanjut dia, terlalu berisiko memulai kompetisi di awal Maret.
Selain itu, dengan kondisi seperti saat ini, pelatih belum bisa memetakan kebutuhan tim. Berapa pemain yang dibutuhkan, karakter seperti apa yang diinginkan menyesuaikan dengan wilayah, jumlah pemain dan lainnya. Belum lagi jika wacana Piala Indonesia digulirkan.
“Soal pemain, kalau memang betul tidak ada batasan usia malah akan banyak pilihan. Jadi, kami tidak terlalu khawatir. Akan kami pilih pemain yang siap berkompetisi dan sejauh ini banyak yang mulai menawarkan diri. Artinya, kami tidak mau berjudi dengan bentuk tim, tapi regulasi belum jelas,” jelasnya.
Sesepuh PSIM yang juga mantan GM PSIM, Syauqi Suratno, mengaku mengapresiasi langkah manajemen yang mau mendengar masukan dari suporter. Langkah itu, kata dia, membuat beban yang dihadapi klub tidak semuanya ditanggung manajemen.
“Semua pihak harus dilibatkan. Karena semuanya tentu masih memikirkan dan ingin membantu tim ini tetap bisa eksis berkompetisi. Apalagi, PSIM belum menjadi PT, jadi tata kelolanya masih kultural,” katanya.