CILACAP — Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi hasil panen petani dengan produktivitas tinggi di Desa Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
“Luas panen bulan Januari (di Kabupaten Cilacap) hampir 5.000 hektare dengan sekitar 2.000 hektare di antaranya berada di Kecamatan Binangun. Sedangkan di Desa Binangun ada 250 hektare yang Insha Allah minggu ini panen semua,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan Momon Rusmono usai panen bersama di Binangun, Cilacap, Senin (8/1/2018).
Kegiatan panen bersama itu juga dihadiri antara lain Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Jawa Tengah Harwanto dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap Gunawan.
Momon mengatakan tanaman padi yang ditanam di Desa Binangun menggunakan varietas Inpari 33 yang produktivitasnya mencapai 9,3 ton per hektare.
“Produktivitasnya 9,3 ton per hektare. Ini sangat luar biasa,” katanya.
Bahkan, dia memperkirakan Kabupaten Cilacap akan memasuki panen raya pada bulan Februari karena luasan panennya mencapai kisaran 13.000 hektare.
Menurut dia, Kabupaten Cilacap yang memiliki luas lahan hampir mencapai 65.000 hektare merupakan salah satu daerah penyumbang beras di Jawa Tengah.
“Cilacap dan Grobogan memiliki potensi yang besar bagi Jawa Tengah,” kata Penanggung Jawab Upaya Khusus Kementan Wilayah Jateng itu.
Terkait dengan potensi panen di Jawa Tengah, Momon mengatakan berdasarkan data pada bulan Januari 2018 ada sekitar 110.000 hektare padi siap panen.
Ia memperkirakan luasan tanaman padi yang telah dipanen hingga saat ini mencapai kisaran 30-40 persen.
Dengan demikian, dia mengaku optimistis tidak perlu impor beras karena setiap hari ada panen dan setiap hari pula ada petani yang tanam padi.
“Jadi, sangat tidak layak kalau kita impor beras,” tegasnya (Ant).