Awal Musim Tanam, Pupuk Bersubsidi di Kulonprogo Langka

YOGYAKARTA — Keberadaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Kulonprogo mulai langka sejak sepekan terakhir. Para petani mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di sejumlah agen penyalur pupuk bersubsidi termasuk KUD.

Ironisnya kelangkaan pupuk bersubsidi ini terjadi tepat di saat para petani mulai melakukan masa tanam. Pada saat ini mereka membutuhkan banyak pupuk untuk menunjang pertumbuhan bibit padi yang masih berumur beberapa hari.

Salah seorang petani asal desa Kebonrejo, Temon, Kulonprogo, Warsito, menyebut kelangkaan pupuk mulai terjadi sejak 10 hari terakhir. Ia yang biasanya mendapatkan pasokan pupuk dari Kelompok Tani Rahayu yang ada di desa, harus mencari pupuk hingga ke luar daerah.

Hal itu disebabkan pasokan pupuk untuk kelompoknya belum didistribusikan atau disetor hingga saat ini.

“Biasanya itu dari kelompok. Tapi karena pupuk untuk kelompok belum datang, maka terpaksa harus cari di tempat lain,” katanya Senin (08/01/2018).

Warsito sendiri mengaku beruntung karena bisa mendapatkan pupuk di agen pupuk bersubsidi tak jauh dari tempat tinggalnya. Sebab banyak petani lain di desanya harus mencari pupuk hingga luar kecamatan seperti Panjatan.

“Baru kali ini sulit cari pupuk. Biasanya tidak seperti ini,” katanya.

Meski langka, harga pupuk bersubsidi sendiri dikatakan hingga saat ini masih wajar. Warsito mengaku membeli dua jenis pupuk bersubsidi yakni ZA sebanyak 1 sak dengan harga Rp70 ribu serta pupuk jenis ponska dengan harga Rp115 ribu per sak.

“Saya hanya pakai dua jenis ponska dan za. Urea tidak pakai. Karena lahan banyak air. Untuk pemupukan pertama sendiri biasanya dilakukan saat padi berumur 15 hari. Sementara pemupukan ke dua saat padi berumur 25 hari,” katanya.

Lihat juga...