Ini Cara Ngadiman Atasi Padi dari Genangan Air Hujan
YOGYAKARTA – Warga di Kabupaten Kulonprogo memiliki cara tersendiri untuk mengatasi kondisi lahan persawahan yang terendam air di saat musim penghujan seperti saat ini. Mereka biasa menanam padi dengan umur bibit yang lebih tua setinggi 30 centimeter, guna mengantisipasi persoalan tersebut.
Seperti dilakukan seorang petani di Dusun Tonobakal, Hargomulyo, Kokap, Kulonprogo, Ngadiman. Lahan sawah miliknya seluas 2000 meter persegi hingga saat ini masih kerap terkena luapan air irigasi, khususnya saat turun hujan.
Hal itu terjadi, karena kondisi permukaan tanah yang lebih rendah, serta posisinya yang dekat dengan saluran irigasi. Sehingga setiap kali turun hujan lahan sawah miliknya selalu terendam air hingga hampir mencapai 30 cm, dan tak bisa surut selama beberapa hari.
“Dampaknya tidak bisa digunakan untuk menyemai bibit, karena pasti akan terendam dan mati. Maka, saya harus menyemai di lokasi lain. Selain itu, penanaman bibit juga harus menggunakan padi yang sudah berumur, yang ketinggian daunnya lebih tinggi dari air sehingga tidak terendam,” katanya.
Menurut Ngadiman, hal itu dilakukan agar tanaman padi yang ditanam tidak mati akibat sering terendam air, meskipun padi merupakan jenis tanaman yang tahan air. Selain itu, penanaman bibit dengan umur yang lebih tua juga dilakukan, agar dapat mengejar masa panen, sebagaimana tanaman padi di lahan sawah lainnya.
“Kalau menunggu ditanam sampai musim hujan mulai berkurang, maka waktu panen otomatis akan mundur dan tak bisa melakukan penanaman hingga dua kali masa tanam,” katanya.
Tak hanya itu, sebagai upaya mengantisipasi adanya sejumlah tanaman yang mati, Ngadiman juga menyiapkan lahan untuk pembesaran bibit di lahan lain. Sehingga setiap kali ada tanaman yang mati dapat langsung diganti dengan bibit baru yang umurnya sama dengan tanaman padi lainnya.
“Jadi, harus tambal sulam. Kalau ada yang mati langsung diganti tanaman baru yang usianya sama. Sehingga waktu dan hasil panen tetap bisa maksimal, meski banyak tanaman yang mati,” katanya.