Djonny Syafruddin: Tak Ada Lagi Monopoli Bioskop
JAKARTA – Setelah terpilih kembali menjadi Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) dalam Musyawarah Besar (Mubes) GPBSI ke-8, Djonny Syafruddin kini mengenalkan Pengurus GBSI 2017-2022.
Penempatan pengurus disesuaikan dengan kompetensi, kapasitas dan keahliannya masing-masing. Mereka sudah sangat berpengalaman dalam dunia perbioskopan di Indonesia dan punya komitmen untuk turut memajukan perfilman nasional.
Ada pun susunan pengurus GPBSI periode 2017-2022 sebagai berikut: H. Djonny Syafruddin, SH sebagai Ketua Umum GBSI 2017-2022. Kemudian, Suprayitno (Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan), Yuniarto Eka Brata (Ketua Bidang Hubungan Antar Bioskop), Jimmy Herjanto (Ketua Bidang Bina Usaha), Noorca M. Massardi (Ketua Bidang Kehumasan), Dr. Edison Nainggolan (Ketua Bidang Organisasi dan Hukum), Ali Sastro (Sekretaris Umum), Toto Soegriwo (Sekretaris). Jimmy Herjanto Darmasasmita (Bendahara Umum), dan Koesuma Mintha Wardani sebagai Bendahara.
“Kita sama-sama berjuang demi kemajuan dunia perbioskopan di Indonesia dan film nasional kita,“ kata Djonny Syafruddin, mengawali pembicaraannya di Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2018).
Lebih lanjut, Djonny menerangkan, jika sekarang tidak bisa memandang sebelah mata pada kondisi ekonomi dan politik di daerah, karena di pusat Jakarta maupun daerah sama. “Jadi, film serentak main, tidak ada yang tidak, kecuali kalau layarnya terbatas, baik film nasional maupun impor,“ terangnya.
Menurut Djonny, di daerah ternyata sangat dominan film nasional. Banyak film nasional yang bisa menyaingi film impor, seperti film Ayat-Ayat Cinta 2, Susah Sinyal, maupun Surat Cinta untuk Starla.
“Kita harus optmis, bahwa masyarakat kita di daerah masih suka film nasional di banding film impor,“ imbuhnya.
Djonny juga menyampaikan, bahwa bioskop Group 21 tidak ada lagi yang dikatakan monopoli. “Kalau ada yang monopoli kasih tahu saya, nanti saya tutup bioskopnya. Bioskop 21 itu profesional. Meski saya Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia, kalau saya mau melihat 21, ya tetap harus izin dulu sama Pak Jimmy,“ bebernya.
Kenyataannya, kata Djonny, ia pun punya beberapa bioskop di daerah. “Semua saya tiru prototype-nya dari 21. Alhamdulillah, sambutan masyarakat di daerah bagus,“ beberanya lagi.
H Djonny Syafruddin, SH. yang terpilih sebagai Ketua Umum GPBSI untuk keempat kalinya menyatakan, bahwa bioskop bukan semata tempat hiburan. Tapi, juga menjadi tempat edukasi dan sarana informasi bagi masyarakat.
“Kita sebagai pengelola bioskop punya toleransi terhadap film nasional. Jangan khawatir juga film nasional tidak laku di daerah. Yang pasti kita berjuang demi kemajuan dunia perbioskopan di Indonesia dan film nasional kita,” pungkasnya.