YOGYAKARTA – – – Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Bantul, Sri Ida Sulistyorini, menyebut penyakit helminthiasis atau cacingan masih menjadi penyakit utama yang menyerang ternak sapi di wilayahnya. Mayoritas ternak sapi di DIY, khususnya Bantul, bahkan dikatakan mengidap penyakit helminthiasis atau cacingan ini.
“Penyakit helminthiasis masih jadi penyakit utama. Karena kita berada di wilayah tropis, sehingga memang penyakit cacingan mudah sekali menyerang ternak sapi. Di Bantul sendiri ada sekitar 50 ribu populasi ternak. Mayoritas terkena. Namun, ini tidak hanya di Bantul saja, namun setiap daerah umumnya sama,” katanya, Senin (22/1/2018).

Menurutnya, ciri ternak yang terserang penyakit helminthiasis atau cacingan, biasanya secara fisik terlihat kurus. Meski memiliki nafsu makan tinggi, namun pakan tidak dicerna secara optimal, sehingga tidak menjadi daging. Selain itu, jika penyakit helminthiasis sudah menyerang ke organ seperti hati, maka akan ikut mempengaruhi reproduksi ternak dan semakin sulit diobati.
“Buktinya banyak ternak yang disembelih saat hari raya kurban kemarin memiliki penyakit cacing hati. Bahkan, sapi Pak Jokowi yang disumbangkan di Bantul juga terkena cacing hati. Itu karena kita berada di wilayah tropis, sehingga mudah sekali terserang penyakit ini,” ungkapnya.
Pada puncak musim hujan seperti saat ini, penyakit helminthiasis dikatakan juga akan semakin berpeluang besar menyerang hewan ternak, karena meningkatnya produktivitas cacing pada kondisi lingkungan yang mendukung. Sehingga ia pun berharap, agar semua peternak dapat mewaspadai penyakit ini. Yakni dengan menjaga kondisi ternak baik dari sisi perawatan kandang maupun pakan.
“Yang paling penting adalah faktor pemberian pakan. Agar sehat dan tidak mudah terserang penyakit, ternak harus mendapat pakan dengan asupan protein tinggi. Selain itu, jika hewan mengalami gejala sakit, bisa langsung menghubungi pihak Puskeswan terdekat. Sehingga bisa langsung ditangani,” katanya.