Korban Tenggelam di Pantai Canti Lamsel Belum Ditemukan
LAMPUNG — Pencarian terhadap M. Ridwan (24), korban tenggelam akibat terseret ombak dan tenggelam di Pantai Saung atau Pantai Canti, Desa Canti, Kecamatan Rajabasa pada Minggu (21/1), terus dilakukan oleh personel SAR Lampung dan personel gabungan dari Polsek Kalianda, BPBD Lampung Selatan, nelayan serta keluarga korban.
Menurut Deny Kurniawan, selaku kepala seksi Humas Kantor SAR Lampung, pencarian hari kedua ini masih belum membuahkan hasil. Namun, operasi pencarian di tengah kondisi membahayakan terus dilakukan.
Sebelumnya, ada dua korban, namun korban Chandra (24), warga Pahoman Bandarlampung berhasil diselamatkan nelayan setempat. Sementara korban bernama M. Ridwan (24) warga Pahoman Bandarlampung masih dalam proses pencarian.
Deny Kurniawan menyebut, informasi tersebut diperoleh dari Fajar, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan. Selanjutnya kantor SAR Lampung segera mengerahkan tim dengan jumlah personel 9 orang ke lokasi kejadian berikut dengan peralatan perahu karet dan perlengkapan lain.

Deny Kurniawan menyebut, tim rescue Kantor SAR Lampung tiba di lokasi kejadian musibah pada koordinat 5°44’22.31″S – 105°35’22.16″E dan Langsung berkoordinasi dengan potensi yang ada untuk rencana pencarian bersama pada hari kedua tersebut. Pada proses pencarian oleh tim rescue menggunakan perahu karet, tim melakukan pencarian sesuai rencana area pencarian yang telah ditentukan dengan radius satu kilometer dari lokasi kejadian musibah dibantu perahu nelayan.
“Proses pencarian juga terhalang kondisi cuaca gelombang tinggi dan angin kencang, sehingga sementara terpaksa dihentikan dengan hasil nihil,”terang Deny Kurniawan.
Deny Kurniawan juga menyebut, saat ini operasi pencarian masih dipimpin oleh Roby, selaku kepala operasi bersama 9 personel, dibantu unsur lain dari Polsek Kalianda sebanyak 5 orang, personel BPBD Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 6 orang, nelayan dan masyarakat setempat serta keluarga korban.
Perkembangan terbaru dalam operasi pencarian korban tenggelam tersebut, kata Deny, akan diinformasikan segera sesuai dengan kondisi di lokasi pencarian.
Dalam kondisi cuaca ekstrem, angin kencang dan gelombang tinggi, Deny juga menyebu memantau perkembangan kondisi perairan dari informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan di laut yang membahayakan keselamatan. Cuaca angin kencang dan ombak serta arus kuat disebutnya cukup membahayakan pengunjung tempat wisata pesisir pantai.