Banjir Rendam Dua Kecamatan di Gorontalo Utara

GORONTALO – Banjir merendam kecamatan Kwandang dan Kecamatan Tomilito, di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Senin (8/1/2018). Banjir terparah terjadi di Kecamatan Tomilito.

Warga setempat yang juga pensiunan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nurdin Humolungo mengatakan, banjir terparah dialami warga Desa Jembatan Merah Kecamatan Tomilito.

Banjir mulai dirasakan oleh masyarakat sekira pukul 19.00 Wita. Air naik dan merendam permukiman yang terletak di daerah aliran sungai (DAS) Jembatan Merah dengan ketinggian air mencapai 30 senti meter-1,5 meter. Kondisi paling parah dialami warga yang rumahnya berada di bagian muara sungai Desa Jembatan Merah.

“Puluhan rumah di wilayah berada di sepanjang bantaran sungai, terimbas banjir yang diakibatkan oleh aliran sungai karena hujan deras bertemu naiknya air laut atau air pasang laut,” jelas Nurdin.

Banjir juga menimbulkan kemacetan di lintas Sulawesi yang berada di wilayah tersebut. Air banjir mencapai badan jalan sehingga memaksa warga harus menyelamatkan harta bendanya ke wilayah aman. Dari pengamatan warga, banjir terjadi karena pendangkalan area DAS.

“Sebelumnya, pemukiman di wilayah ini sudah bebas banjir sebab pelebaran, penanggulan dan pengerukan DAS mampu mengatasi meluapnya air sungai yang merendam pemukiman warga, namun kini banjir kembali terjadi akibat pendangkalan mulai terjadi,” ujar warga Desa Jembatan Merah, Novia Sassy (36).

Curah hujan yang tinggi saat ini sangat berpotensi mengakibatkan meluapnya air sungai. Kondisi yang sama dialami warga di Desa Titidu, Moluo dan Alata Karya Kecamatan Kwandang yang pemukimannya berada di wilayah DAS. Bahkan banjir di Desa Alata Karya disebut-sebut menjadi kejadian yang rutin terjadi. (Ant)

Lihat juga...