Arifin Ilham: Muhasabah Kekuatan Amalan Seorang Mukmin
JAKARTA — Dalam tausyiahnya, Ustad Arifin Ilham mengingatkan bahwa hidup ini sesaat, dan waktu terus berjalan, usia berkurang bukan bertambah.
Tanda-tanda hamba sejati selalu meminta ampun kepada Allah SWT. karunia rahmat Allah SWT tidak satupun di antara kalian yang diampuni oleh-Nya.
“Tetapi Allah SWT memilih di antara mahluknya yang menjadi hambanya yang diampuni oleh-Nya. Maha mengenal Allah lagi Maha Mengetahui,” ujar Ustad Arifin dalam acara ‘Zikir Nasional 2017’ di Masjid Agung At Tim TMII, Jakarta, Minggu (31/12/2017) malam.
Yakni muhasabah, sebut Ustad Arifin, adalah amalan agung dari seorang mukmin yang mengenal Allah SWT. “Muhasabah adalah kerinduan seorang hamba yang ingin rahmat Allah SWT. Muhasabah adalah tanda di antara tanda seorang hamba yang diampuni oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Kembali Ustad Arifin mengingatkan, bahwa manusia tidak memiliki hidup lama seiring bertambahnya usia. Tanda seorang mukmin dirahmati Allah SWT adalah hamba itu hijrah atau taubat. “Allah SWT memilih dan mengampuni makhluk yang dirahmati,” tegasnya.
Ustaz Arifin menyebut Nabi Muhammad SAW adalah hamba paling hebat menjalankan muhasabah. Rasulullah menjadi contoh hamba yang dirahmati Allah SWT, yang selalu meminta ampunan dalam kisah riwayatnya sebanyak 100 kali dalam sehari. Padahal beliau yang dirahmati Allah SWT, bebas dari dosa, dijamin masuk surga.
Rasulullah SAW, selalu niatkan hati untuk selalu dekat dengan Allah SWT. Begitu hebatnya seorang Rasul, sebagai hamba yang paling disayang Allah SWT selalu mendekatkan diri, banyak minta ampun. Salat malam menyatu dalam sukma Rasulullah, dan lagi-lagi beristifar tak pernah henti.
Orang beriman sebut dia, memang selalu bermuhasabah memanjat doa kepada Allah SWT di waktu malam. Salat malam untuk menikmati lamanya sujud dan berdiri di hadapan Allah SWT.
“Sujud dan berdirinya muhasabah.Karakter orang beriman, mereka sedikit rehat pas malam. Pas sahur, banyak minta ampun,” kata Ustad Arifin.
Ustad Arifin menuturkan, setelah ibadah, puncak jihad adalah muhasabah, yakni dengan bersujud, berzikir, dan bertasbih kepada Allah SWT.
Menurutnya, semua tempat di dunia ini adalah hamparan pahala. Sehingga, mengakses rahmat Allah SWTBdengan berzikir dapat dilakukan di mana saja.
“Melalui energi zikir terus dalam perbaikan, maka hamba itu semakin dekat dengan Allah SWT,” tegasnya.
Ustaz Arifin berpesan umat Muslim jangan membuang waktu di dunia. Sebab, waktu hidup di dunia tak sebanding di akhirat. Ahli zikir dan ibadah jangan sesekali merasa paling suci, karena Allah SWT tahu yang paling utama.
Inilah kata dia, yang membuat hamba beriman menghinakan diri sujud di hadalan Allah SWT, dan rendah hati dihadapan mahluk-Nya.
“Bicaranya dakwah, diamnya zikir, napasnya doa. Zikir adalah karunia paling besar. Semakin hari dan jam, kematian semakin dekat,” ungkap Ustad Arifin.
Zikir jelas dia, adalah rahmat Allah SWT untuk kekasih-Nya, yang rindu tak mau pisan dengan-Nya.
“Zikir itu sunatullah, zakat ada nizabnya, saum Ramadan ada bulannya, haji ada waktu tempatnya. Zikir punya sifat rahmat yang luar biasa,” pungkasnya.
